Rabu, 9 September 2026

Dikepung Jerebu Karhutla Indonesia, Upin dan Ipin Turun Tangan Edukasi Warga Malaysia

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 9 September 2026 | 20:19 WIB
Menyoroti dampak asap karhutla di Kalimantan dan Sumatera yang meluas ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia. (Instagram.com/@upinipinofficial - kalteng.go.id)
Menyoroti dampak asap karhutla di Kalimantan dan Sumatera yang meluas ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia. (Instagram.com/@upinipinofficial - kalteng.go.id)

NAWACITAPOST.COM — Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan hingga Sumatra kini memicu krisis kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.
 
Dampak sebaran jerebu yang kian mengkhawatirkan tersebut mendorong fenomena unik, di mana karakter kartun kenamaan asal Malaysia, Upin dan Ipin, turut turun tangan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Melalui akun Instagram resmi @upinipinofficial pada Rabu (9/9/2026), rumah produksi Les' Copaque Production membagikan poster edukatif yang menampilkan si kembar Upin dan Ipin mengenakan masker medis.
 
 
Langkah ini menjadi respons atas ancaman paparan kabut asap yang terus meluas.

"Mari amalkan langkah mudah untuk kekal sihat dan selamat semasa jerebu," kata Upin dan Ipin dalam imbauannya.

Dalam panduan bertajuk "Cara Lindungi Diri dari Jerebu" tersebut, masyarakat diimbau untuk menguras risiko kesehatan dengan menghindari paparan sinar matahari secara langsung serta rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup.
 
Selain itu, warga diajak untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan menjaga kebersihan diri.
 

Edukasi publik ini bergulir di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk secara signifikan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Negara Bagian Sarawak.
 
Lonjakan polusi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya sempat memaksa otoritas setempat meliburkan ratusan sekolah, bahkan memberlakukan status darurat kabut asap di beberapa distrik.

Eskalasi jerebu tersebut berakar dari masifnya titik api di kawasan Indonesia.
 
Di Kalimantan Tengah (Kalteng), Badan Penanganan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) mencatat akumulasi 105.019 titik hotspot sejak 1 Januari 2026, dengan total luasan lahan terbakar mencapai 9.169,22 hektare hingga Rabu (9/9/2026).
 

Kepala BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, menyatakan bahwa pemerintah bersama unsur terkait terus mengintensifkan penanganan di lapangan.

"Upaya dilakukan secara maksimal untuk mencegah api meluas serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Toyib dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
 
Toyib menambahkan, penanggulangan juga didukung operasi udara, patroli pencegahan, hingga edukasi ke masyarakat.

Dampak karhutla kini menyelimuti wilayah Sabah, Semenanjung Malaysia, hingga Brunei. Singapura bahkan telah menerbitkan panduan kualitas udara harian setelah indeks 24 jam masuk kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak 2023.
 
Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. merespons dengan memerintahkan peliburan sekolah di Metro Manila dan belasan provinsi terdampak.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini