NAWACITAPOST.COM — Bangunan megah Asrama Putra Mahasiswa Kabupaten Natuna di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyimpan kondisi yang amat memprihatinkan.
Di balik dindingnya yang kokoh dari luar, fasilitas di dalam gedung yang dihuni sekitar 30 mahasiswa tersebut rusak berat dan dibiarkan terbengkalai selama lima tahun terakhir.
Ketua asrama putra mahasiswa Kabupaten Natuna di Pontianak, Aris Kurniawan, mengungkapkan kerusakan terjadi pada berbagai fasilitas dasar, mulai dari plafon bocor hingga keterbatasan fasilitas sanitasi.
”Kondisi asrama ini sangat memprihatinkan, banyak fasilitas asrama yang rusak dan tidak dapat dipakai, di antaranya beberapa plafon bolong serta kamar mandi hanya 1 (satu) yang bisa digunakan,” jelas Aris, Senin (7/9/2026).
Kondisi tersebut kian membahayakan keselamatan para penghuni, terutama saat terjadi cuaca buruk. Potensi bahaya korsleting listrik mengintai akibat instalasi kabel yang tidak terawat.
”Kami sangat khawatir jika kondisi cuaca buruk karena beberapa instalasi listrik putus dan lepas, sehingga sewaktu-waktu dapat mengakibatkan bahaya,” lanjutnya.
Pembiaran yang berlangsung bertahun-tahun ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat. Ketua Himpunan Masyarakat Natuna Kalimantan Barat, Muhammad Ali, menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Natuna yang dinilai tidak adil.
”Jangan sampai Pemerintah Kabupaten Natuna seolah-olah tutup mata dan pilih kasih terhadap kondisi asrama dan juga mahasiswa yang ada di Kota Pontianak ini, yang mana sampai saat ini tidak ada perhatian dan rencana untuk memperbaikinya,” ujar pria yang akrab disapa Ali, Senin (7/9/2026).
Kritik senada disampaikan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kepulauan Riau (FKMKR) Kalimantan Barat, Tengku Badarrudin. Ia mendesak Kepala Daerah untuk segera meninjau langsung lokasi dan mengevaluasi dugaan diskriminasi fasilitas.
”Seharusnya Pemerintah Kabupaten Natuna turun langsung melihat kondisi asrama ini seperti Kepala Daerah sebelumnya, jangan sampai yang diperhatikan hanya asrama di tempat lain, dikarenakan di asrama ini tidak ada anak atau keluarga pejabat sehingga diabaikan,” tegas Tengku Badaruddin.
Pihak pengelola asrama mengaku telah menempuh jalur formal, namun hingga kini belum mendapat iktikad baik dari Pemerintah Daerah (Pemda).
“Kami sudah menghubungi dan menyurati Pemerintah Kabupaten Natuna, tetapi sampai saat ini nihil perhatian, tentu kami berharap kondisi ini segera diperbaiki sehingga kenyamanan mahasiswa Natuna di Pontianak ini dalam mengeyam pendidikan dapat berjalan baik,” ujar Aris Kurniawan dengan nada berharap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan Pemerintah Kabupaten Natuna di Pontianak yang dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi resmi.
Pembenahan mendesak sangat diharapkan agar asrama kembali berfungsi layak dan aman bagi para penuntut ilmu.
Artikel Terkait
Dihantam Badai dan Hujan Pasir Vukanik, Pemancing Ungkap Detik-Detik Erupsi Anak Krakatau
Viral Curhatan Supplier MBG: Dari Beras Oplosan Hingga Dugaan Markup Anggaran
Hujan Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Bandar Lampung, Warga Diselimuti Kepungan Debu
Erupsi Anak Krakatau: Harga Masker Melonjak Drastis hingga Sepuluh Kali Lipat
Asap Hitam Menyembur dari Bawah Tanah, Warga Pasar Baru Panik Berhamburan