Senin, 7 September 2026

Viral Curhatan Supplier MBG: Dari Beras Oplosan Hingga Dugaan Markup Anggaran

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 7 September 2026 | 21:32 WIB
Viral utas soal bahan baku untuk dapur MBG. (Threads/dewarmdhy - Instagram/badangizinasional.ri)
Viral utas soal bahan baku untuk dapur MBG. (Threads/dewarmdhy - Instagram/badangizinasional.ri)

NAWACITAPOST.COM — Di tengah sorotan publik terkait dugaan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di sejumlah daerah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu kontroversi.
 
Kali ini, gelombang keluhan dan pengakuan mengejutkan dari para calon pemasok (supplier) bahan baku viral di platform media sosial Threads.

Sorotan publik mencuat setelah akun Threads @dewarmdhy membagikan tangkapan layar pesan singkat mengenai permintaan pasokan beras broken dalam jumlah besar yang diduga diperuntukkan bagi dapur MBG.
 

“Ada channel yang jual beras broken ga? Ada yang ngajakin gua kerja sama, dia butuh 60 ton per minggu,” tulis pesan dalam percakapan tersebut, dikutip Minggu (6/9/2026).

Pesan tersebut langsung ditolak oleh sang penerima yang menyayangkan rendahnya kualitas bahan baku yang diminta.
 
“No no, MBG ya? Udah dikorupsi, beras broken lagi. Dosa banget,” tulisnya.

Unggahan yang telah disaksikan lebih dari 358 ribu kali tersebut memicu gelombang respons. Sejumlah pelaku usaha bahan pangan turut membongkar pengalaman mereka saat diminta memasok bahan baku berkualitas buruk hingga manipulasi harga (markup).
 

Pemilik akun @entoniett.s menceritakan pengalamannya saat melayani pesanan daging ayam dari pengelola dapur MBG.
 
Ia mengaku terkejut ketika pemesan justru meminta ayam afkir—ayam petelur pascaproduktif—dan ayam memar dengan harga di bawah standar pasar.

“Same here! Aku nggak ada bukti karena kemarin sempet ngelayanin customer pesen ayam 150 kg untuk catering, aku iyakan. Ku kasih fresh, pas sampai barang ya normal-normal aja tapi tiba-tiba dia nanya, ‘Mba kalau saya request ayam afkir atau yang memar dikit enggak apa-apa, bisa gak ya?’” tulis pemilik akun.

“Lha baru kali ini ada yang minta ayam jelek, dia lanjutkanlah, ‘Buat stok dapur saya mba, saya asa 2 dapur, harga bisa ya dapat Rp33.000 per kg?’ Nah, yang dia minta fillet dada, Rp33.000 per kg, minta ayam afkir atau memar, ayam begitu ga oke dikonsumsi,” lanjutnya.
 

Ia menjelaskan bahwa kualitas daging ayam afkir cenderung alot dan cepat berbau, sedangkan ayam memar berisiko tinggi bagi kesehatan jika dikonsumsi.
 
Tak hanya soal kualitas, akun tersebut juga mengungkap adanya dugaan rekayasa anggaran oleh oknum pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kepala SPPG, stop ya minta harga dada fillet Rp33.000 per kg tapi invoice Rp56.000 per kg. Masih nyepamin gue, gue sebar nomor lu,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan akun @gorengankemaren_ yang mengaku produk lauk siap saji miliknya ditawar dengan harga tak rasional oleh oknum pimpinan kegiatan MBG.
 

“Gue jual lauk frozen 1 pack itu range Rp10.000 sampai Rp30.000, ditawar sama orang MBG Rp3.000 per porsi, bikin lauk harganya Rp3.000 per porsi. Pas gue cek di web ternyata ini cewek lumayan terkenal dan emang benar pimpinan salah satu kegiatan MBG,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai dinamika di lapangan, Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan agar seluruh SPPG atau dapur MBG wajib menerapkan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
 
BGN juga menekankan pentingnya pemeriksaan ketat terhadap kualitas bahan baku, khususnya ayam dan telur, sebelum diolah untuk penerima manfaat.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini