NAWACITAPOST.COM — Sebuah video berdurasi singkat yang merekam aksi kemarahan warga terhadap petugas perlintasan kereta api (KA) di Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, gempar di media sosial. Diduga kuat akibat kelalaian petugas yang tertidur, palang pintu perlintasan sebidang tersebut terlambat ditutup saat si ular besi melintas.
Insiden mencekam yang berpotensi memicu tragedi maut ini terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @railfanssindo, suasana di sekitar pos perlintasan berubah mencekam dan riuh oleh emosi warga. Keberadaan warga yang tengah meramaikan sebuah acara di sekitar lokasi berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dengan memperingatkan para pengguna jalan yang hendak melintas.
Kemarahan warga tak terbendung melihat kelalaian yang mengancam keselamatan banyak orang tersebut. Beberapa warga melampiaskan kekesalannya hingga memecahkan kaca jendela pos jaga.
“Kamu mau dipenjara? Tidur ya kamu? Bahaya ini,” ucap salah satu warga dalam video tersebut, dikutip pada Senin (31/8/2026).
Suara teriakan warga lain juga menggema mendesak agar insiden ini segera diproses hukum. “Palang pintu Dekoro, Setono nih. Ini nyawa orang banyak mas,” sambungnya.
Warga juga menegaskan pentingnya pelaporan resmi agar tidak timbul salah paham. “Ini harus dilaporin, nanti warga yang disalahin. Ini katanya tidur, ada orang yang lihat kalau dia tidur,” tambah salah satu warga di lokasi.
Menanggapi kejadian yang viral tersebut, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) membenarkan bahwa peristiwa terjadi di perlintasan Dekoro, JPL 97. Pihak KAI menegaskan langkah tegas telah diambil terhadap oknum terkait.
“Kejadian tersebut sebelumnya sudah dilakukan tindak lanjut oleh instansi terkait, dengan melakukan pemeriksaan, serta mengganti petugas yang bersangkutan,” ungkap pihak KAI pada Senin (31/8/2026).
Pengelolaan perlintasan tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan. Kepala Dishub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat, membeberkan bahwa saat kejadian petugas yang bersangkutan sedang berjaga seorang diri.
“Yang satu infonya sedang cari sarapan, yang ini lagi jaga,” ucap M Restu Hidayat kepada awak media, Senin (31/8/2026).
Restu memaparkan bahwa seharusnya dalam satu tenggat jaga (shift) diisi oleh dua orang personel. Ia juga memastikan bahwa peralatan pendukung di pos jaga berfungsi normal. Tidak ada kerusakan maupun gangguan sinyal saat kereta lewat, sehingga peristiwa tersebut murni akibat kelalaian petugas.
Artikel Terkait
Lompati Bisnis, Boy Thohir Terbangkan Putra-Putri Terbaik Indonesia Taklukkan Teknologi China
Mencekam! Panji Petualang Temukan Titik Api Karhutla di Jalur Poros Berau
Viral Insiden Mobil Tabrak Truk Cargo di Tol Serpong-Cinere, 2 Korban Luka
Melalui Mekanisme AHWA, Gus Kikin Resmi Terpilih Menjadi Ketua Umum PBNU
Cicit Pendiri NU Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031