Senin, 7 September 2026

Geger Penemuan Mayat Bayi di Semarang, Sejoli Muda Mudi Ditangkap Polisi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 7 September 2026 | 21:33 WIB
Foto ilustrasi: Penangkapan terduga pelaku kasus penemuan mayat bayi di Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. (Unsplash/Omar Lopez)
Foto ilustrasi: Penangkapan terduga pelaku kasus penemuan mayat bayi di Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. (Unsplash/Omar Lopez)

NAWACITAPOST.COMPenemuan mayat bayi perempuan di Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menggemparkan warga setempat.
 
Jasad bayi malang tersebut kini ditangani Polres Semarang dan telah memasuki babak baru usai ditemukannya dugaan tindak kekerasan serta penangkapan dua terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengonfirmasi bahwa tim gabungan Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan telah mengamankan pasangan sejoli berinisial WAP (19) dan kekasihnya yang berusia 17 tahun di wilayah Bandungan pada Jumat (4/9/2026).
 

“Keduanya memiliki hubungan pacaran. Diamankan oleh Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan,” ujar Bodia kepada awak media pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bayi perempuan tersebut dilahirkan secara rahasia sebelum akhirnya dibawa untuk dikuburkan di area perkebunan.

“Perempuan itu melahirkan secara diam-diam pada 1 September 2026. Kemudian dibawa oleh pasangannya untuk dikuburkan di area perkebunan pada 2 September 2026,” jelas Bodia.

Penyelidikan medis mengungkap fakta dramatis terkait kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, bayi yang memiliki panjang tubuh 49 sentimeter dan berat 3,4 kilogram tersebut diketahui sempat bernapas sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
 

“Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, bayi diketahui sempat lahir dalam keadaan hidup,” lanjut Bodia.

Pihak kepolisian juga menemukan indikasi kuat adanya penganiayaan terhadap korban sebelum dikuburkan.

“Ditemukan indikasi kekerasan yang menjadi penyebab kematian,” imbuhnya.

Kasus penemuan mayat bayi ini bermula pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Seorang warga yang sedang mencari rumput di kebun mencurigai keberadaan gundukan tanah baru.
 
 
Saat digali, warga menemukan jasad bayi perempuan yang terbungkus kain daster, lalu langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Hingga saat ini, penyidik Polres Semarang masih mendalami pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku untuk mengungkap motif penuh di balik aksi keji tersebut.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini