Senin, 7 September 2026

Dua Relawan Damkar Kalteng Gugur Usai Berjuang Menembus Kobaran Karhutla

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 7 September 2026 | 10:33 WIB
Menilik kisah perjuangan 2 relawan damkar yang gugur usai bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (Instagram.com/@storyrakyat_)
Menilik kisah perjuangan 2 relawan damkar yang gugur usai bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (Instagram.com/@storyrakyat_)

NAWACITAPOST.COMDuka mendalam menyelimuti publik dan barisan pemadam kebakaran di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dua relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ahmadin alias Itam Madin (56) dan Akhmad Rijani (54), dinyatakan meninggal dunia usai berjuang keras memadamkan kobaran api di lokasi bencana.

Gelombang ucapan duka mengalir deras di media sosial setelah kabar gugurnya kedua pejuang garda depan tersebut tersebar. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @storyrakyat_ pada Jumat (4/9/2026).
 
"Selamat jalan, para pejuang. Dedikasi kalian akan selalu dikenang," tulis unggahan tersebut, menyuarakan penghormatan publik yang menegaskan bahwa perjuangan almarhum akan diteruskan oleh generasi penerus.
 

Korban pertama, Itam Madin (56), merupakan anggota Relawan Damkar Huma Singgah Itah Kelurahan Mendawai sekaligus anggota resmi Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah naungan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit pascaaktivitas pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, mengonfirmasi bahwa almarhum tidak meninggal dunia secara langsung di titik kebakaran.

"Beliau mengeluh sakit dan sempat diopname di rumah sakit untuk berobat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudian," ujar Samuel dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
 

"Memang beliau kondisi kesehatannya ada gejala sesak napas dan usianya sudah tua. Diperkirakan ada faktor kecapekan atau lelah usai pemadaman," terangnya.

Sementara itu, kabar duka lainnya datang dari Kota Palangka Raya. Akhmad Rijani (54), yang menjabat sebagai Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka Raya, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kondisi kesehatan Akhmad Rijani dilaporkan menurun drastis usai bertugas menjinakkan karhutla di kawasan Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada Sabtu (22/8/2026).

Ketua Emergency Response Palangka Raya, Jean Steve, menyebutkan dugaan kuat penyebab menurunnya fisik almarhum adalah kelelahan fisik yang luar biasa saat menjalankan tugas pemadaman.
 

"(Almarhum) meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya," ungkap Jean dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Hingga saat ini, kepastian medis mengenai riwayat penyakit bawaan yang menyertai kondisi kelelahan kedua relawan tersebut masih dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini