NAWACITAPOST.COM — Suasana gembira peresmian seketika berubah menjadi kepanikan masal saat Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mendadak ambruk pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 16.10 WIB.
Video amatir yang beredar luas di media sosial merekam detik-detik mencekam ketika kepanikan dan teriakan histeris memecah udara saat bangunan tersebut runtuh secara tiba-tiba.
Petaka terjadi di ketinggian 30–40 meter di atas permukaan sungai, tepat sewaktu Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran Forkopimda dan warga melintasi jembatan yang baru saja diresmikan tersebut.
Konstruksi bergoyang hebat sebelum tali sling di sisi kiri putus, memicu badan jembatan miring drastis hingga papan kayunya ambrol mendadak.
Kepanikan tak terhindarkan ketika sekitar 50 orang yang berada di atas jembatan langsung terperosok dan jatuh bersamaan dengan material kayu yang runtuh.
Warga di lokasi berhamburan menyelamatkan diri di tengah jeritan histeris, sementara tim medis serta aparat gabungan berpacu dengan waktu menenangkan massa dan mengevakuasi korban yang luka ringan. Bupati Pangandaran beserta rombongan dilaporkan selamat dari insiden maut ini.
Jembatan berpanjang 60 meter tersebut padahal menjadi akses vital penghubung Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur, sekaligus jalur utama menuju Kampung Budaya Desa Margacinta.
Dugaan Overkapasitas dan Penyelidikan Kepolisian
Kapolsek Cijulang, Iptu Dimas Aditama, menegaskan dalam keterangan resminya pada Senin (31/8/2026) bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif," ujarnya.
Aparat langsung memasang garis pengaman dan menutup penuh akses area. Penyebab pasti robohnya konstruksi masih didalami, namun dugaan awal tertuju pada beban berlebih (overload). Saat peristiwa terjadi, disinyalir lebih dari 50 orang menumpuk secara bersamaan, jauh melebihi batas kekuatan jembatan yang berkisar 2 ton.
"Penyebab jembatan mengalami kerusakan masih dalam pemeriksaan. Dugaan kelebihan beban akibat banyak orang melintas secara bersamaan,” jelas Dimas.
Pihak berwenang dijadwalkan mengevaluasi total kelayakan konstruksi, kualitas bahan baku, hingga metode pembangunannya. Kejadian ini langsung memantik sorotan tajam publik terkait standar keselamatan dan kepatuhan pengawasan infrastruktur daerah.
Kapolsek imbau warga agar tidak mendekati lokasi hingga proses evaluasi dan audit menyeluruh selesai dilaksanakan.
Sorotan Tajam Netizen di Media Sosial
Rekaman kisruhnya insiden ambruknya jembatan langsung menduduki daftar tular di jagat maya. Sejumlah warganet menyayangkan kelalaian bersama dalam mengindahkan informasi batas aman yang terpasang di area masuk jembatan.
Di papan petunjuk tertera aturan jelas bahwa kapasitas melintas secara bersamaan dibatasi maksimal 3 orang atau daya tampung beban hingga 2 ton.
“Beban maksimal 2 Tom,” tulis akun @punk.rebels di Threads dengan menyertakan foto papan informasi.
Pernyataan itu memicu kalkulasi dari warganet lain terkait akumulasi berat massa yang menumpuk saat kejadian.
“50 orang dgn rata" berat 50 kg saja sdh 2,5 ton, bergerombol di satu titik. Terjadi konsentrasi beban,” tulis akun @cip591112 di Threads.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dijadwalkan segera menggelar audit teknis menyeluruh untuk mengusut tuntas musibah ini.(***)
Artikel Terkait
Ironi Bansos Pekalongan: Pasangan Lansia Buta Huruf Dituduh Main Judi Online
Boy Thohir dan Hendropriyono Lepas Putra-Putri Terbaik Indonesia Menuju Tianjin University
Lompati Bisnis, Boy Thohir Terbangkan Putra-Putri Terbaik Indonesia Taklukkan Teknologi China
Mencekam! Panji Petualang Temukan Titik Api Karhutla di Jalur Poros Berau
Viral Insiden Mobil Tabrak Truk Cargo di Tol Serpong-Cinere, 2 Korban Luka