Selasa, 25 Agustus 2026

Duka di Bukit Puta: Kisah Pilu Anak 2 Tahun Meninggal Kedinginan di Pengungsian NTT

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT. (Instagram.com/@folkative)
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT. (Instagram.com/@folkative)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah duka mendalam menyelimuti publik. Perjuangan hidup seorang balita berusia dua tahun berinisial MC harus berakhir tragis di tengah dinginnya malam lokasi pengungsian pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengungsi bersama keluarganya di tepian Bukit Puta sejak gempa mengguncang pada 15 Agustus 2026, kondisi kesehatan balita yang sebelumnya sehat bugar tersebut perlahan merosot akibat ketiadaan fasilitas mendasar seperti tenda, selimut, dan kelambu.

"Menurut Kementerian Kesehatan, kematian anak tersebut dikaitkan dengan paparan suhu dingin saat berada di lokasi pengungsian," tulis postingan Instagram @folkative, pada Senin, 24 Agustus 2026. Kejadian ini merobek hati masyarakat dan menyingkap ketatnya ancaman yang membayangi kelompok rentan di tenda darurat.

Kondisi minimnya bantuan persediaan di Desa Marapokot memicu penyakit serius pada MC. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat dilarikan ke RS Aeramo lalu dirujuk ke RS Bajawa akibat demam tinggi yang berujung kejang.
 

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia," ungkap Afik dalam keterangannya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kepergian balita malang ini meninggalkan rasa terpukul yang amat dalam bagi keluarga dan menuntut perhatian mendesak dari pemerintah.

"Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian. Itulah yang membuat saya sangat terpukul," ungkap Jack dalam penuturannya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun," jelas Jack.
 

"Ia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini," tandasnya.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini