NAWACITAPOST.COM — Jerit histeris warga memecah kegelapan malam saat amukan si jago merah meluluhlantakkan Pasar Sungai Duri, Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8/2026) malam. Kobaran api raksasa yang membubung tinggi dalam kejap mengutarakannya menjadi lautan api, menciptakan kepanikan dahsyat di tengah kawasan pertokoan padat tersebut.
Unggahan akun Instagram @paltiwest memperlihatkan detik-detik mencekam area pusat ekonomi lokal itu luluh lantak. Api yang bergerak cepat memicu kecemasan membara karena mengancam permukiman di sekitarnya. "Lebih dari 30 ruko (rumah toko) dilaporkan terdampak kebakaran," tulis postingan tersebut.
Dramatisnya perjuangan memadamkan amukan api melibatkan armada raksasa. Sebanyak 60 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pelosok daerah diterjunkan secara massal untuk berjibaku menembus ketebalan asap dan panasnya kobaran. Bantuan mengalir deras tanpa henti, mulai dari Sambas, Pemangkat, Singkawang, hingga perbatasan Pontianak.
Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengonfirmasi dahsyatnya dampak musibah ini saat ditemui di lokasi kejadian.
"Informasi sementara jumlah ruko yang terbakar 48 ruko," kata Heriyanto di lokasi kejadian, Bengkayang, Kalbar, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Amukan api yang berawal sekitar pukul 18.15 WIB diduga dipicu dari bangunan di posisi tengah. "Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya," ungkap Heriyanto.
Konstruksi ruko yang saling berdempetan menjadi makanan empuk bagi si jago merah untuk dengan cepat menjalar. Beruntung, perjuangan keras puluhan tim damkar akhirnya membuahkan hasil hingga api berhasil dijinakkan menjelang tengah malam.
Baca Juga: 'Hari Terlambat Sampai Kantor Se-nasional', Akun Threads Commuter Line Unggah Permintaan Maaf
"Sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai pendinginan. Alhamdulillah," tandas Heriyanto.
"Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir. Sampai Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun dan Mempawah," sambungnya.
"Sampai saat ini masih dilakukan pendinginan," ujar Heriyanto memungkas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas berwenang mengenai ada tidaknya korban jiwa serta total kerugian material akibat bencana hebat di Pasar Sungai Duri tersebut.
Artikel Terkait
Update KRL Lintas Bogor-Tangerang: Sempat Mencekam, Jalur Utama Kini Kembali Normal!
Keajaiban Flores: Kisah Paulina Pobi, Nenek 84 Tahun Selamat Usai Bertahan 4 Hari
Duh! Warga Banjarbaru Keluhkan Asap Pekat Karhutla Selimuti Jalan Raya: Kalau Laju Bahaya, Bisa Kecelakaan
Superman Palangka Raya: Kisah Heroik Rudiansyah Padamkan Karhutla Demi Lindungi Rumah
Viral! Dua Pendaki Terciduk Mandi di Sungai Qolbu Gunung Argopuro, Warganet Meradang!