Rabu, 9 September 2026

Pencarian Hari Kedua 5 Jurnalis Hilang di Krakatau, 4 SRU Dikerahkan

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 9 September 2026 | 13:14 WIB
Pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak saat akan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan. (Instagram.com/@kantorsar_banten)
Pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak saat akan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan. (Instagram.com/@kantorsar_banten)
 
NAWACITAPOST.COM — Operasi SAR berskala besar terus dipacu di perairan Selat Sunda. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat bertolak untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9/2026).

Pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini difokuskan pada penyisiran intensif di sekitar titik terakhir hilang kontaknya kapal cepat (speedboat) Arupadhatu 1 yang membawa para awak media tersebut.

“Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian," kata Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu, (9/9/2026).
 

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mencakup personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, hingga masyarakat setempat.

Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan armada laut utama dikerahkan secara optimal guna menembus perairan Selat Sunda.

“Alutsista dikerahkan, mulai dari KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, tiga unit RIB, hingga drone thermal untuk pencarian visual udara,” imbuhnya.

Penggunaan pesawat maupun helikopter belum memungkinkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang membahayakan penerbangan. Oleh karena itu, pantauan udara mengandalkan teknologi canggih.
 

“Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” jelasnya.

Rizky menambahkan bahwa seluruh proses pencarian dinamis dan terus dievaluasi secara berkala dengan memperhitungkan faktor alam serta dinamika lapangan.

“Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” terangnya.

Peristiwa mencekam ini bermula ketika kapal speedboat Arupadhatu 1 yang membawa total delapan penumpang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore. Kapal bertolak dari wilayah Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
 

Dari delapan orang di dalam kapal, lima di antaranya adalah jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan erupsi, yakni M Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara Biro Banten), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis Inews), Daus (jurnalis Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).
 
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak kapal, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

“Selasa, 8 September 2026 Kantor SAR Banten menerima laporan satu unit speedboat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten,” tulis keterangan Kantor SAR Banten pada Rabu, (9/9/2026).

Upaya pencarian yang dimulai sejak Selasa (8/9/2026) belum membuahkan hasil atau menemukan petunjuk keberadaan kapal. Hingga berita ini diturunkan, empat tim SRU masih terus berpacu dengan waktu melakukan penyisiran di tengah lautan.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini