Minggu, 26 Juli 2026

Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali: Kementerian HAM Turun Tangan Usut Tuntas!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 26 Juli 2026 | 20:19 WIB
Viral seorang anak menangis histeris saat melihat jenazah ayahnya yang tewas dikeroyok massa di Bali. (Instagram.com/@putu_sugix_)
Viral seorang anak menangis histeris saat melihat jenazah ayahnya yang tewas dikeroyok massa di Bali. (Instagram.com/@putu_sugix_)

NAWACITAPOST.COM — Tangis histeris seorang anak pecah di rumah duka saat menyambut kedatangan jenazah ayahnya, berinisial KD. Video momen pilu yang merekam jerit histeris anak korban tersebut mendadak viral di media sosial, memancing keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan publik atas aksi main hakim sendiri yang berujung maut di Kabupaten Tabanan, Bali.

Insiden tragis ini terjadi pada Jumat dini hari (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. KD diduga tewas setelah dikeroyok massa karena dituduh hendak mencuri ayam aduan—sebuah aksi nekat warga yang tersulut emosi akibat maraknya kasus kehilangan ternak di wilayah tersebut akhir-akhir ini. Tak hanya menganiaya KD hingga tewas, massa yang murka juga membakar sepeda motor milik korban.

Kementerian HAM Mengecam Keras

Menanggapi tragedi berdarah yang menyita perhatian publik ini, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) resmi turun tangan. Koordinator Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, menegaskan sikap tegas pemerintah yang mengecam keras aksi main hakim sendiri tersebut.

Baca Juga: Geger Tanjungbalai: ASN Guru Digeruduk Massa Usai Diduga Terlibat Pelecehan Murid SD!

"Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Kami berharap anak dan keluarga korban mendapatkan pendampingan serta perlindungan yang layak. Kami mengecam keras," tegas Dalem dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

Dalem menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak mutlak atas perlindungan hukum dan perlakuan yang menghormati asas-asas HAM, terlepas dari dugaan tindak pidana yang disangkakan.

Pendampingan Psikologis dan Pengawalan Hukum

Langkah nyata langsung diambil oleh Kementerian HAM Bali. Selain berkoordinasi erat dengan kepolisian dan pemerintah daerah, pihak KemenHAM berjanji akan memberikan pendampingan khusus bagi keluarga korban, terutama anak korban yang mengalami trauma berat.

Baca Juga: Skena Hukum Gempar! Audit Korupsi BPKP Disorot, Evaluasi Menyeluruh Mendesak

"Kami akan melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai prinsip-prinsip hak asasi manusia," jelas Dalem. Ia juga mengingatkan masyarakat luas agar tidak lagi melakukan aksi main hakim sendiri karena setiap persoalan harus diselesaikan secara hukum.

Saat ini, kepolisian tengah mengusut dua dugaan tindak pidana sekaligus dalam peristiwa ini, yaitu kasus dugaan pencurian ayam serta pengeroyokan secara bersama-sama yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Kementerian HAM memastikan akan terus mengawal kasus ini agar berjalan transparan, profesional, dan akuntabel demi terciptanya keadilan.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini