Kamis, 10 September 2026

Aksi Nekat Pendaki Ilegal Terobos Gunung Semeru Berakhir Sanksi Daftar Hitam

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 10 September 2026 | 11:51 WIB
Evakuasi pendaki Ilegal di Gunung Semeru, Jawa Timur. (Instagram.com/@dkcbe1 - kijang.arjuno)
Evakuasi pendaki Ilegal di Gunung Semeru, Jawa Timur. (Instagram.com/@dkcbe1 - kijang.arjuno)

NAWACITAPOST.COM — Delapan pendaki nekat menerobos kawasan Gunung Semeru secara ilegal melalui jalur berbahaya di situs Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
 
Aksi nekat ini berujung pada operasi pencarian darurat hingga penjatuhan sanksi tegas berupa blacklist dari seluruh kawasan konservasi di Indonesia.

Para pendaki yang berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Tuban, dan Kediri tersebut diketahui tidak berangkat bersamaan, melainkan berpapasan di tengah jalan sebelum akhirnya memutuskan naik bersama.
 
 
Pendakian ilegal ini diduga dimulai pada Senin (7/9/2026) dini hari. Padahal, jalur resmi pendakian Gunung Semeru hanya diakses melalui Ranupani, Kabupaten Lumajang.

Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) bergerak cepat melakukan pencarian pada hari yang sama setelah menerima informasi keberadaan para pendaki.
 
Tujuh orang berhasil ditemukan dan diamankan saat perjalanan turun gunung pada Senin sore, sedangkan satu pendaki sempat dilaporkan tersesat.

“Tujuh orang ditemukan Senin, 7 September 2026 sore hari. Satu orang ketemu Rabu, 8 September 2026. Sepertinya mereka satu rombongan,” ucap Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Bambang Suriyono, Rabu (9/9/2026).
 

Satu pendaki yang sempat tersesat bernama Isha diketahui melintasi rute ekstrem dengan medan yang didominasi tebing curam dan bebatan terjal.
 
Kondisi medan yang membahayakan tersebut juga terekam dalam video unggahan akun Instagram @dkcbe1 saat tim pencari menyisir lokasi.

“Kayak gini kok masih dipengini, kalau hilang gimana? Terjal gini lho. Aku harus kemana ini nyarinya,” ujar salah satu anggota tim pencari dalam video tersebut.

Ketua tim pencari pendaki Gunung Semeru, Teguh Wiono, mengonfirmasi beratnya medan yang harus dilalui personel dalam proses evakuasi.
 

“Medannya sangat curam. Tebing di kanan dan kiri menutup pandangan, sehingga sulit melihat dan mendengar keberadaan pendaki lain,” tutur Teguh, Rabu (9/9/2026). Ia juga menambahkan, “Binatang buas tidak ada, tapi medan tebing dan batuan terjal.”

Menanggapi pelanggaran berat ini, pihak BB TNBTS mengambil langkah tegas dengan memasukkan kedelapan pendaki ke dalam daftar hitam serta membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Yang jelas blacklist kunjungan seluruh kawasan konservasi, kami juga koordinasi dengan penegak hukum,” tegas Bambang.

Sebagai informasi, aktivitas pendakian Gunung Semeru saat ini ditutup total menyusul kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang yang terjadi sejak Rabu (26/8/2026).
 
 
Penutupan dilakukan untuk mendukung upaya pemadaman, mengutamakan keselamatan, serta memfasilitasi proses evakuasi pengunjung di kawasan tersebut.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini