NAWACITAPOST.COM — Di tengah misi melaporkan dinamika vulkanik terkini, nasib naas menimpa rombongan awak media di perairan Banten. Lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Perairan Selat Sunda.
Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 18.00 WIB, keberadaan seluruh rombongan beserta kapal yang mereka tumpangi masih misterius dan dalam pencarian intensif.
Insiden bermula ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadhatu 1.
Perjalanan laut tersebut ditujukan khusus untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari wilayah perairan Selat Sunda.
Berdasarkan laporan Basarnas Banten, komunikasi terakhir dengan salah satu wartawan di atas kapal tercatat pada hari yang sama pukul 14.42 WIB. Hanya berselang 22 menit kemudian, seluruh aktivitas komunikasi awak kapal mendadak terputus total.
Kelima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah Bagus Khoirunnas (LKBN Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis lepas).
Sementara tiga kru kapal yang mendampingi meliputi Nahkoda bernama Warta (55), anak buah kapal (ABK) bernama Surakhman (60), serta pemandu bernama Heriyanto (49).
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengonfirmasi bahwa proses pencarian oleh tim gabungan masih terus diupayakan secara maksimal di lapangan.
"Kami berharap seluruhnya (para korban) dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan dari unsur kepolisian dan Basarnas langsung bergerak ke titik lokasi kejadian.
Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwianto, memastikan pengerahan armada operasional perahu karet mesin tempel RIB-02 untuk menyisir area perairan.
"Kami gerakkan RIB 02 untuk melakukan pencarian di posisi terakhir," terang Rizky di lokasi. "Tapi belum tahu. Ya mudah-mudahan hanya putus komunikasi dan seluruh penumpang dalam kondisi aman," tandasnya.
Saat ini, Tim Rescue USS Pandeglang terus mengumpulkan data navigasi dan informasi posisi terakhir speedboat guna mempersempit radius pencarian di Selat Sunda.
Operasi SAR gabungan dipastikan terus berjalan hingga seluruh rombongan berhasil ditemukan.
Artikel Terkait
Kado Ultah ke-17 dari Prabowo: Pemuda Dapat KTP, Rekening Bank, dan Saldo Gratis
Ancam Nyawa Siswa, Mohammad Mahfud Mahmodin Desak Dapur MBG Diproses Hukum
Usai Dinonaktifkan, Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka Kasus Pelecehan
Dikepung Jerebu Karhutla Indonesia, Upin dan Ipin Turun Tangan Edukasi Warga Malaysia
Viral! Ratusan Siswa SMAN 1 Tunjungan Diare, MBG Diduga Jadi Pemicu