NAWACITAPOST.COM — Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat harus diarahkan untuk melahirkan aparatur yang kompeten, berkinerja, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perubahan tata kelola ASN tidak cukup hanya berfokus pada aspek administratif semata, melainkan mesti memiliki orientasi yang jauh lebih kuat terhadap pelaksanaan program dan hasil konkret.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian Wilayah Kerja Kantor Regional III Tahun 2026 di Kantor Regional III BKN Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini mengusung semangat “ASN Bergerak, Manajemen Talenta Menguat, Asta Cita Berdampak”, sebagai bentuk dorongan agar birokrasi semakin responsif terhadap tantangan pembangunan.
“Salah satu yang paling fundamental, pembangunan agar rakyat sejahtera. ASN harus mengambil peran, tidak lagi orientasi ke administrasi, harus ke eksekusi. Tidak lagi hanya ke proses, harus ke outcome, benefit, impact,” ujar Sekda Herman.
Ia menuntut seluruh ASN untuk berani keluar dari zona nyaman dan memasuki ruang kerja yang lebih kompetitif.
Bagi Herman, kompetensi dan kinerja merupakan dua hal mendasar yang sejalan dengan tiga fungsi utama pemerintah, yaitu pembangunan (development), pemberdayaan (empowerment), serta pelayanan publik (public services).
"Pertemuan ini sangat bermanfaat, untuk meningkatkan kinerja ASN Jawa Barat dan juga 27 kabupaten/kota. Kita harus jadi bangsa yang maju, dan itu ada ditangan kita ASN," ungkapnya.
Guna menyokong arah baru tersebut, Pemda Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan instrumen berbasis digital, salah satunya aplikasi Satu Data Jawa Barat (Sada Jabar) untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan.
Pengelolaan talenta ASN pun dinilai menjadi kunci vital dalam menjawab tantangan masyarakat yang kian kompleks.
Baca Juga: Awalnya Dikira Hujan, Pemancing Pasrah Dihantam Ombak dan Hujan Pasir Gunung Anak Krakatau
“Mudah-mudahan ASN Jabar betul-betul bisa berdampak dalam pengetahuan yang sesungguhnya,” pungkas Herman.
Menanggapi langkah tersebut, Kepala Kantor Regional III BKN Wahyu menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sinergi manajemen ASN di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Sinergitas antar lembaga dinilai mutlak diperlukan agar pengelolaan ASN berjalan lebih produktif.
“Bersinergi bersama-sama membangun manajemen ASN untuk Jabar dan Banten yang lebih baik dan produktif. Ujungnya menghadirkan layanan kepada masyarakat yang baik,” ujar Wahyu.
Artikel Terkait
Sempat Ditutup Imbas Abu Anak Krakatau, Ini Daftar 10 Bandara yang Kembali Resmi Beroperasi
WNA Asal India Histeris Gegara Kena Jambret di Menteng, Pelaku Ditangkap Polisi
Markus Gea Dorong Penguatan HKNB dan Pertina demi Kejayaan Bekasi Keren
Amuk Api Kebakaran Pabrik Plastik Balaraja Belum Padam 48 Jam, 33 KK Mengungsi
Pria Diduga Nekat Lompat ke Rel KRL Tanah Abang, Masinis Refleks Rem Darurat