Rabu, 9 September 2026

Awalnya Dikira Hujan, Pemancing Pasrah Dihantam Ombak dan Hujan Pasir Gunung Anak Krakatau

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 9 September 2026 | 13:14 WIB
Cerita pemancing yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau saat erupsi terjadi pada 4 dan 5 September 2026. (TikTok.com/@destinasiocy)
Cerita pemancing yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau saat erupsi terjadi pada 4 dan 5 September 2026. (TikTok.com/@destinasiocy)

NAWACITAPOST.COM — Pengalaman mendebarkan dialami rombongan pemancing yang terlanjur melaut di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Maksud hati mencari spot mancing yang aman, mereka justru terjebak situasi mencekam saat gunung api aktif tersebut mendadak meletus dan melontarkan material vulkanik pada Minggu, (5/9/2026).

Momen mengerikan tersebut terekam oleh salah satu pemancing sekaligus konten kreator, Ocy. Melalui unggahan di akun TikTok miliknya, @destinasiocy, ia membeberkan bahwa situasi perairan sehari sebelum kejadian sebenarnya masih terpantau aman.

“Kami mancing di tanggal 4 September 2026 itu kurang lebih baru 5 jam atau 3 jam, itu mancing di sekitar Krakatau. Kondisinya siang itu aman aja, makanya kita mancing tapi memang masih cari spot tuh,” ucap Ocy, dikutip Rabu, 9 September 2026.
 

Di tengah pelayaran, kapalnya sempat bertemu dengan rombongan pemancing lain. Rencana bergerak menuju spot Sea Mount Reef (SMR) mendadak urung akibat perubahan cuaca yang ekstrem.

“Sampai di SMR, ternyata ombak besar banget dan dari kanan kapal, kita mancing cuma satu jam. Setelah itu kembali ke Krakatau,” lanjutnya.

Rombongan akhirnya kembali dan tiba di area Krakatau sekitar pukul 23.00 WIB pada 4 September. Pada saat itulah tanda-tanda alam yang tidak biasa mulai dirasakan.

“Tiba-tiba ombak besar banget, setelah itu ada letusan dari gunung dari 23.30 WIB sampai besoknya, tanggal 5 September 2026 subuh,” jelasnya.
 

Dalam kondisi gelombang tinggi dan cuaca yang kian mencekam, kapal berupaya mencari tempat berlindung. Namun, dentuman keras terus terdengar menggelegar dari arah kawah.

“Waktu itu ombaknya tinggi banget, kita juga denger dentuman dari Gunung Anak Krakatau waktu meletus itu,” tambahnya.

Atas pertimbangan keselamatan jiwa, rombongan sepakat membatalkan agenda memancing dan berbalik arah.

“Kita nggak lanjutin mancing karena kita memutuskan untuk keselamatan, ombaknya gede banget dan kena erupsi,” imbuhnya.
 

Guncangan ombak bukan satu-satunya ancaman. Kapal yang mereka tumpangi juga diterjang hujan material vulkanik tebal hingga memenuhi seluruh permukaan dek.

“Itu pasir kasar, bukan debu. Pas dateng dikiranya suara hujan, enggak taunya pasir,” ungkap Ocy dalam video yang telah ditonton lebih dari 12 juta kali tersebut.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sendiri dilaporkan masih terus bergejolak. Erupsi susulan kembali terekam pada Rabu, 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dengan durasi sekitar 28 detik.
 
Otoritas terkait mengimbau masyarakat maupun nelayan untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau serta melarang seluruh aktivitas dalam radius berbahaya 3 kilometer dari kawah aktif.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini