Kamis, 10 September 2026

Lapas Kelas 1 Surabaya Jadi Pilot Project PBI JKN, 1.400 Warga Binaan Sudah Terdaftar

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, M. Suud, Nawacita Post
- Kamis, 10 September 2026 | 20:13 WIB
 
Sidoarjo Nawacitapost – Hak mendapatkan layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan terus diperkuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mendorong seluruh warga binaan agar memiliki jaminan kesehatan melalui kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
 
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui bimbingan teknis penerimaan JKN dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang digelar di Lapas Kelas I Surabaya. Lapas tersebut ditunjuk sebagai pilot project kepesertaan PBI JKN di Jawa Timur. (10/9/2026)
 
Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Dr. dr. Adhayani Lubis, mengatakan program tersebut tidak hanya memastikan warga binaan memperoleh pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan akses kesehatan yang layak.
 
“Di Lapas Kelas I Surabaya, kita lakukan bimbingan teknis penerimaan jaminan kesehatan bagi warga binaan seluruhnya dan CKG gratis. Salah satu sasaran kami adalah agar warga binaan, selain mendapatkan pembinaan, juga kesehatannya diupayakan mendapatkan PBI JKN,” ungkapnya usai mendatangi lapas kelas l Surabaya, 
 
Menurut Adhayani, data kepesertaan BPJS Kesehatan warga binaan nantinya akan dipadankan sehingga pembiayaan layanan kesehatan dapat terintegrasi dengan skema PBI JKN pemerintah. Di Lapas Kelas I Surabaya sendiri, sekitar 1.400 dari total 1.600 warga binaan telah terdaftar.
 
“Untuk Jawa Timur, Lapas Kelas I Surabaya merupakan salah satu pilot project-nya. Kami memohon kepada Bapak Kakanwil untuk terus memonitoring dan mengevaluasi kegiatan ini agar segera terealisasi di seluruh lapas dan rutan se-Indonesia,” Ujarnya 
 
Selain kepesertaan JKN, Ditjenpas juga menaruh perhatian terhadap penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC), yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi di lingkungan lapas dan rutan karena kondisi hunian yang tertutup.
 
Adhayani menyebut penguatan penanganan TBC dilakukan melalui perbaikan kualitas dan kuantitas makanan warga binaan, pemenuhan kebutuhan kalori, hingga penciptaan lingkungan dan kamar hunian yang sehat. Warga binaan yang terdeteksi TBC juga langsung mendapatkan pengobatan dengan menggandeng puskesmas maupun rumah sakit setempat.
 
“Kami sangat berupaya agar penyakit ini tidak berkembang. Program kami mencakup perbaikan nutrisi bahan makanan, kalori yang diperhatikan, sanitasi lingkungan, serta kamar sehat yang tidak lembap. Jika ada warga binaan yang terdeteksi TBC, pengobatan langsung dioptimalkan bekerja sama dengan puskesmas maupun rumah sakit setempat,” Pungkasnya Adhayani
 
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Kusnali, menyambut baik dipilihnya Lapas Kelas I Surabaya sebagai lokasi pilot project PBI JKN. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas perlindungan kesehatan bagi warga binaan di Jawa Timur.
 
“Tentu pertama-tama terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Direktur yang sudah memilih Jawa Timur, khususnya Lapas Kelas I Surabaya, sebagai tempat bimbingan teknis dan pilot project kerja sama BPJS PBI JKN. Ini tentu suatu kebanggaan bagi kami,” katanya.
 
Masih kata Kusnali bahkan menginstruksikan seluruh Kalapas dan Karutan di Jawa Timur untuk melakukan studi tiru ke Lapas Kelas I Surabaya. Ia berharap penerapan kepesertaan PBI JKN tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat diterapkan di seluruh lapas dan rutan.
 
“Kami mendorong dan menginstruksikan seluruh Kalapas dan Karutan se-Jawa Timur untuk studi tiru ke Lapas Kelas I Surabaya. Besar harapan kami ke depan, seluruh 33 lapas dan rutan di wilayah Jawa Timur bisa bekerja sama sehingga seluruh warga binaan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan,” Bilangnya Kusnali
 
Di tempat yang sama Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemenuhan akses layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan selama berada di dalam lapas.
 
“Kami tentu mendukung program ini dan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan. Harapannya, melalui kepesertaan JKN dan layanan kesehatan yang tersedia, kebutuhan kesehatan warga binaan dapat terpenuhi dengan baik,” bilangnya 
 
Ia juga menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Surabaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan secara berkelanjutan." Jelasnya (sud)
 

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini