NAWACITAPOST.COM– Kabut tebal semakin menutupi wajah Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Sosok Saut MT Harahap yang dulu tampil meyakinkan menjelaskan rincian anggaran dan bantuan seolah-olah uang rakyat itu berada di sakunya, kini justru terkuak dugaan sebagai seorang pemborong atau kontraktor yang tidak memiliki dasar sah untuk mengetahui secara rinci aliran dana publik.
Ia dengan berani menjelaskan, berani membagi-bagikan anggaran, namun rakyat tak pernah melihat bukti sah keterlibatan dirinya sebagai pihak yang berwenang menjelaskan uang negara.
Dalam penuturannya yang tersebar luas, Saut Harahap dengan lantang menyampaikan bahwa bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebesar Rp4 Miliar sudah diposkan ke Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan. Ia menyebut angka dengan pasti, membagi per dinas, seolah-olah dirinya adalah bendahara daerah atau pejabat yang menandatangani langsung aliran dana tersebut.
Namun, muncul pertanyaan sangat mendasar yang belum pernah terjawab: Dari mana Saut MT Harahap mendapatkan data rinci tersebut? Apakah ia pejabat berwenang dengan akses resmi ke laporan keuangan Pemko Padangsidimpuan? Mengapa seorang yang diduga bukan pejabat publik berani membagi-bagikan anggaran negara seolah-olah itu miliknya sendiri? Jika angka yang sebutkan itu benar, mengapa hingga hari ini dinas-dinas terkait belum menunjukkan bukti penyalurannya kepada rakyat?
Seorang tokoh masyarakat berinisial L Hsb. secara tegas menyampaikan dugaan yang kini semakin diyakini banyak warga bahwa Saut MT Harahap sebenarnya adalah seorang pemborong atau kontraktor, bukan tokoh masyarakat.
"Jika benar demikian, maka seluruh keberanian beliau (Saut MT Harahap red) menjelaskan dan membagi-bagikan anggaran menjadi sangat mencurigakan," ucap L Hsb.
Apakah Saut MT Harahap berani menjelaskan rincian anggaran itu karena memang ikut mengantre bagian dari uang tersebut? Publik mulai menyimpulkan bahwa ia berani membagi-bagikan anggaran karena sebetulnya uang itu diduga memang dialirkan ke lingkaran kontraktor seperti dirinya, bukan ke rakyat yang menderita.
Fakta di lapangan berbicara sendiri. Saat Saut MT Harahap dengan percaya diri menyebutkan bantuan Rp4 Miliar sudah diposkan ke empat dinas, ribuan korban bencana justru mengaku belum menerima bantuan yang layak.
"Tidak ada rumah yang diperbaiki, tidak ada jaminan hidup yang memadai, tidak ada bukti nyata bahwa uang itu benar-benar disalurkan kepada yang berhak," kata sejumlah korban bencana.
Maka muncul dugaan yang sangat mengerikan: Apakah Saut MT Harahap berani menjelaskan anggaran itu karena tahu persis uang itu diduga tidak sampai ke rakyat, melainkan berputar di kalangan kontraktor dan pejabat?
Menyaksikan keanehan ini, aktivis kemanusiaan Rajes Simanungkalit dan elemen masyarakat bersatu menuntut:
- Periksa Saut MT Harahap: Tanya profesi sebenarnya! Apakah dia pemborong/kontraktor? Jika ya, proyek apa saja yang pernah dikerjakan atau sedang diusahakan?
- Usut Sumber Data: Tanya dari mana Saut MT Harahap mendapatkan data rinci alokasi dana Rp4 Miliar itu! Jika bukan pejabat, bagaimana bisa tahu begitu rinci? Siapa yang memberitahunya?
- Uji Transparansi: Bandingkan penuturan Saut MT Harahap dengan laporan resmi Pemko Padangsidimpuan!
- Hentikan Pencitraan: Jangan biarkan seorang yang diduga memiliki kepentingan bisnis di pemerintahan tampil seolah-olah sebagai tokoh masyarakat yang peduli rakyat!
Baca Juga: Geger Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, 5 Orang Resmi Dipolisikan!
Publik kini memberikan tantangan terbuka kepada Saut MT Harahap:
"Jika Anda bukan pemborong atau kontraktor, buktikan! Jelaskan secara terbuka apa profesi Anda! Jika Anda berani menjelaskan anggaran negara, berarti Anda tahu banyak hal. Maka jelaskan juga: Ke mana sebenarnya uang itu mengalir? Siapa yang menerimanya? Di mana buktinya? Jika Anda tidak bisa menunjukkan bukti bahwa rakyat menerimanya, maka dugaan bahwa Anda menjelaskan anggaran demi kepentingan bisnis Anda sendiri adalah kesimpulan yang paling masuk akal!"(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Hanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Misteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Aktivis Kemanusiaan Tabagsel Minta Pembongkaran Kasus Dugaan Penyimpangan Proyek JUT
Sering Dibully dan Dijadikan Stiker WA, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat
Prabowo Tunjuk Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Siap Nakkhodai Bank Sentral