Rabu, 12 Agustus 2026

Sering Dibully dan Dijadikan Stiker WA, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB
Pembakaran kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya. (Instagram.com/@damkarmatan_kukar)
Pembakaran kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya. (Instagram.com/@damkarmatan_kukar)
 
NAWACITAPOST.COM— Aksi nekat mengejutkan terjadi di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang pegawai berinisial MFA nekat membakar ruang rapat di lantai 3 pada Selasa (11/8/2026) pagi. Aksi tersebut diduga dipicu rasa sakit hati dan kekesalan mendalam akibat kerap menjadi sasaran olokan rekan kerja.

Berdasarkan penyelidikan awal pihak kepolisian, MFA diduga tak tahan dengan perlakuan rekan-rekannya di lingkungan kerja. Foto-fotonya sering diambil tanpa izin, disebar ke grup chat bersama, hingga dijadikan stiker di aplikasi WhatsApp.

Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, membeberkan motif di balik aksi terduga pelaku tersebut.
 

“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker, gitu,” ujar Elnath pada Rabu (12/8/2026).

“Sudah diamankan, dia termasuk yang bekerja di sini,” lanjutnya.

Aksi Direncanakan Matang, Bawa 30 Liter Pertalite

Aksi pembakaran ini disinyalir bukan tindakan spontan. MFA, yang sehari-hari bertugas di bagian operator call center, sudah bersiap di lokasi sejak pukul 07.00 WITA sebelum mengeksekusi aksinya sekitar pukul 07.20 WITA. Ia bahkan membawa bahan bakar dalam jumlah besar ke dalam gedung.

“Beli bensin Pertalite sekitar 30-40 liter untuk dibawa ke ruangan,” imbuhnya.

Saat ditangkap pihak kepolisian, terduga pelaku kooperatif dan tidak melakukan perlawanan.
 

Beredar Video Pemukulan Terduga Pelaku

Di tengah pengusutannya, publik dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan dugaan pemukulan oleh sejumlah orang terhadap MFA pasca-penangkapan. Menanggapi hal tersebut, polisi menyatakan masih memfokuskan penyelidikan pada tindak pidana pembakaran.

“Kalau pemukulan belum kami dengar. Masih fokus di pembakaran, misal ada mungkin karena emosi orang,” ucap Elnath.

Saat ini MFA telah berada di Polres Kukar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi guna mengulik motif yang sebenarnya secara utuh.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini