NAWACITAPOST.COM — Pengungkapan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian memanas setelah muncul dugaan adanya warga binaan pemasyarakatan (napi) yang melarikan diri saat inspeksi mendadak (sidak).
Dugaan napi lari tersebut mengemuka seiring pengakuan tim Ombudsman Republik Indonesia yang mendapati respons panik dari penghuni saat menyisir kluster hunian eksklusif di dalam area lapas tersebut.
Insiden menegangkan itu terekam saat tim Ombudsman menggelar sidak pada Kamis, 24 September 2026.
Temuan keberadaan kluster hunian yang tak biasa di lingkungan pemasyarakatan ini pun mendadak viral usai cuplikan video dokumentasi sidak disiarkan secara terbuka oleh pihak Ombudsman RI, memicu gelombang kritik publik atas dugaan komersialisasi dan penyalahgunaan fasilitas negara.
Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, membeberkan kronologi detik-detik mencekam saat timnya berhasil menembus salah satu hunian mewah di area tersebut.
Fikri menyebutkan bahwa tim sempat berinteraksi langsung dan bertanya kepada sosok penghuni kluster yang diduga kuat merupakan warga binaan. Namun, kehadiran tim penegak pelayanan publik itu membuat penghuni terkejut hingga berujung pada aksi melarikan diri untuk mengamankan diri ke dalam ruangan.
"Jadi, (rumah) yang ada salibnya itu kita masuk, nah dia mau ngobrol sama kita. Kita tanya, bapak siapa? Dia warga binaan," kata Fikri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Fikri menambahkan, upaya tim untuk mendekati dan menginterogasi sosok tersebut terhambat oleh situasi di lapangan yang tiba-tiba memanas akibat intervensi petugas lapas.
"Nah, mau kita kejar. Begitu dia kejar, ada petugasnya lebih ramai. Kita langsung ditarik. Nah, dia itu kaget. Lompat ke dalam (kamar), dikunci," tambah Fikri menggambarkan kepanikan terduga napi yang menghindar dari kejaran tim sidak.
Menanggapi kabar liar terkait dugaan napi yang melarikan diri di tengah sidak, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, angkat bicara.
Saat meninjau langsung lokasi kejadian di Lapas Cibinong pada Jumat (25/9/2026), Andrianto mengaku belum dapat memastikan identitas sosok yang berlarian masuk dan mengunci diri tersebut.
Menurutnya, ada kemungkinan sosok itu merupakan petugas internal atau warga binaan yang kebetulan sedang bertugas menjaga kebersihan.
"Belum tahu, belum tahu. Tapi tadi kan sudah beliau sampaikan, bahwa di sini ada petugas, ada juga orang yang bekerja membersihkan," ujar Andrianto kepada awak media di Lapas Cibinong, Bogor, Jumat (25/9/2026).
Meski demikian, jajaran Kementerian Imipas menegaskan tidak akan tinggal diam dan berjanji mengusut tuntas misteri penghuni kluster serta dugaan napi lari saat penyergapan sidak berlangsung.
Langkah investigasi menyeluruh disiapkan untuk membongkar kemungkinan alih fungsi hunian pegawai yang disalahgunakan demi kepentingan pihak tertentu.
"Artinya orang-orang yang yang mungkin menggunakan ini, nanti akan pasti akan ketahuan, ya. Gitu ya," beber Andrianto.
Ia menekankan bahwa pembenahan dan penertiban internal menjadi prioritas utama kementeriannya pascatemuan ini.
"Kita akan dalami apakah rumah pegawai ini betul-betul digunakan untuk rumah pegawai atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Ini adalah tugas kami untuk melakukan investigasi," tegasnya.
Dugaan skandal fasilitas mewah ini direspon serius oleh pemerintah pusat.
Dalam peninjauan langsung ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Menteri Imipas Agus Andrianto hadir memboyong Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto, serta didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto.
Kedatangan tim tingkat tinggi ini bertujuan memverifikasi seluruh bukti awal temuan Ombudsman, sekaligus memastikan tata kelola pemasyarakatan berjalan sesuai aturan hukum tanpa ada keistimewaan bagi narapidana tertentu.
Bantu Bangkitkan Media & Jurnalis Terdampak Gempa NTT
Promedia Group berkolaborasi dengan Yayasan Permata Flores memfasilitasi dukungan bagi jurnalis dan media lokal yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Dukungan Anda sangat berarti untuk membantu pemulihan sarana serta operasional para jurnalis di lapangan. Bantuan dana tali asih dapat disalurkan melalui:
Bank BRI: 225701005978532 a.n. Yayasan Permata Flores
Mari bersatu padu membantu para pejuang informasi kembali berkarya.
Artikel Terkait
Pacu Kesiapan Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Sisir Ketat Kelayakan Venue
Garda Terdepan Bansos, Pemkot Bekasi Unjuk Gigi di Hadapan Komisi VIII DPR RI
Benteng Alam Batam Terancam: Proyek Tiga Perusahaan Diduga Nekat Mencaplok Hutan Lindung
Kalimantan Dilanda Karhutla: Asap Pekat Mengepul, Truk Kayu Gelondongan Masih Bebas Melintas
Gebrakan Tri Adhianto: Peringatan Maulid Nabi Menggemakan Keteladanan Rasulullah di Pasar Baru