NAWACITAPOST.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda wilayah Kalimantan kembali memicu sorotan publik.
Di tengah perjuangan memadamkan kobaran api yang membakar lahan tropis, realitas pahit terekam di lapangan saat aktivitas pengangkutan kayu gelondongan berukuran besar tetap berlangsung di wilayah terdampak.
Momen tersebut diunggah oleh aktivis lingkungan Andrew Kalaweit saat berupaya memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Baca Juga: Setia Menguatkan Bendahara Negara: Christina Pusporini, Sosok Anggun di Balik Suahasil Nazara
Saat berada di lokasi penanganan api bersama timnya, Andrew berpapasan langsung dengan truk yang mengangkut kayu-kayu berukuran jumbo.
"Sebuah kontras di lapangan," tulis Andrew dalam postingan Instagramnya, @andrewkalaweit, dikutip pada Jumat, (18/9/2026).
Momen kontras tersebut mendadak tular di media sosial dan mengundang keprihatinan luas.
Unggahan itu mempertegas rumitnya ancaman terhadap ekosistem Kalimantan yang tidak hanya bersumber dari bencana kebakaran, tetapi juga ancaman pembalakan liar dan deforestasi yang belum mereda.
Andrew bersama Yayasan Kalaweit selama ini aktif berfokus pada konservasi satwa liar, rehabilitasi primata, dan perlindungan hutan tropis di Indonesia.
Berada di garis depan pemadaman api, ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian hutan Kalimantan bukan tantangan yang sederhana, terlebih ketika menyaksikan aktivitas pengangkutan kayu hutan masih bebas melintas di Kalteng.
Sementara itu, krisis karhutla di wilayah Kalimantan Tengah tercatat kian meluas.
Berdasarkan data terkini Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, sebanyak 63 kejadian Karhutla berhasil ditangani dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 115,35 hektare (Ha).
"Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan sebaran asap hingga beberapa provinsi di Kalimantan dan lintas batas menuju negara tetangga," tulis BPBPK Kalteng dalam keterangannya, pada Kamis, 17 September 2026.
Dampak kebakaran tersebut kini mengancam kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas penerbangan.
Stasiun Meteorologi BMKG Kalteng menuturkan kondisi Karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai, dengan jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan sangat terbatas.
Kualitas udara di beberapa daerah vital, seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun, telah merosot drastis hingga berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering di seluruh area tutupan hutan diprediksi akan terus meningkatkan potensi terjadinya karhutla susulan.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan hingga kini masih terus melakukan pemantauan titik panas dan penyisiran wilayah rawan guna mendukung langkah pencegahan serta mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan yang kian mengancam habitat tersisa di Kalimantan.
Artikel Terkait
Puluhan Siswa MTsN 1 Pariaman Tumbang, Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Tegaskan Relawan Bencana Wajib Berilmu dan Tangguh
Disergam Timbunan Sampah, Sekda Jabar Desak Penataan Kolong Jembatan Pasopati
Misteri 20 Koper Rp100 Miliar KPK: Nama Nusron Wahid Disebut-sebut
Ramai Unggahan Warga Pontianak di Medsos Sambut Hujan Deras Penawar Karhutla