NAWACITAPOST.COM — Keresahan melanda Kota Pariaman, Sumatera Barat, setelah ratusan siswa MTsN 1 Kota Pariaman mendadak tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Gejala massal ini mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 11.30 WIB, tak lama setelah mereka menyantap sajian MBG pada jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Ruang perawatan mendadak dipenuhi jerit kesakitan dan rasa panik.
Sebanyak 83 siswa dilarikan ke RSUD Muhammad Yamin, sementara 59 siswa lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sadikin Pariaman akibat mual, muntah, pusing hebat, dan nyeri perut mendalam.
Makanan tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh dengan sajian menu ayam fillet goreng tepung saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang dan jagung, serta buah melon.
Kepala Sekolah MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, membeberkan bahwa dugaan kuat penyebab keracunan mengarah pada olahan ayam yang disajikan kepada peserta didik.
“Laporan dari murid, aromanya sudah tidak baik. Saat itu siswa sudah mulai mengonsumsi makan MBG,” ujar Tarmizi kepada awak media, Senin (14/9/2026).
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa sejumah guru sempat menanyakan kondisi makanan tersebut kepada para murid, yang mengakui bahwa olahan daging ayam itu memang sudah mengeluarkan bau tak sedap saat disantap.
Merespons tragedi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pariaman bergerak cepat mengamankan sampel makanan dari sisa omprengan siswa hingga dapur produksi guna uji laboratorium.
“Dari Dinas Kesehatan ada ke dapur MBG juga sudah datang mengambil sampelnya. Pengambilan sampel dilakukan terhadap seluruh makanan yang terdapat dalam satu ompreng MBG,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Pariaman, Rudy Repenaldi.
Hasil laboratorium ini nantinya dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program.
Di sisi lain, Kepala SPPG Pasir Pauh, Mutiara Ihsani, menyoroti prosedur pemeriksaan mandiri di tingkat sekolah yang dinilainya terlewat.
“Cuma PIC dari MTsN 1 Kota Pariaman tidak melakukan uji organoleptik. Mereka tidak mencoba omprengan untuk guru,” ujar Mutiara.
Ia menjelaskan bahwa makanan tersebut dimasak sekitar pukul 03.00 WIB dan didistribusikan pukul 09.20 WIB, sementara laporan gangguan kesehatan baru diterima pihak penyedia sekitar pukul 13.00 WIB. Mutiara menekankan bahwa sejauh ini insiden hanya dilaporkan oleh satu sekolah.
“Laporan gangguan kesehatan baru berasal dari MTsN 1 Kota Pariaman. Belum ada laporan serupa dari kelompok penerima manfaat lainnya,” tegasnya.
Guna mengusut tuntas penyebab pasti insiden ini dan mencegah jatuhnya korban susulan, Pemerintah Kota Pariaman resmi menghentikan sementara seluruh operasional SPPG Pasir Pauh hingga proses penyelidikan selesai.
Artikel Terkait
Kobarkan Semangat Baca, Bunda Literasi Wiwiek Hargono Resmikan Tiga Perpustakaan Mini di Kota Bekasi
Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Komitmen Jaga Kredibilitas APBN Demi Program Prioritas
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Manajemen PT MNI Ucapkan Selamat
Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Yasonna Laoly Sebut Kebanggaan Ono Niha untuk Indonesia
Karier Cemerlang Prof Suahasil Nazara Jadi Menkeu RI, Agustus Gea: Perjuangan Panjang