NAWACITAPOST.COM — Sebuah ironi hebat nan memilukan mencoreng wajah dunia pendidikan di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Di saat Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto jor-joran menggelontorkan anggaran pendidikan hingga ke pelosok negeri, potret buram justru terekam jelas oleh tim awak media Nawacitapost.com pada Sabtu (6/6/2026).
Bukan sekadar fasilitas yang minim, sebuah Sekolah Dasar (SD) terpencil yang tak jauh dari pusat pemerintahan kota ditemukan dalam kondisi sekarat—nyaris roboh, berdebu, dan mengancam nyawa puluhan anak bangsa yang belajar di dalamnya.
Ruang Kelas Berlantai Tanah, Atap Bocor, dan Dinding yang Terbelah
Niat menuntut ilmu berubah menjadi taruhan nyawa setiap harinya. Sekolah yang menginduk pada sekolah utama di tengah kota ini kondisinya sungguh di luar batas kewajaran.
Baca Juga: Ke mana Mengalirnya Dana Hibah dan PIP Padangsidimpuan? KPK dan Kejagung Didesak Turun Tangan!
-
Dinding Retak dan Bolong: Struktur bangunan rawan runtuh dan menyisakan lubang besar.
-
Atap Bocor Massal: Saat hujan turun, proses belajar-mengajar langsung lumpuh. Siswa harus diungsikan ke sudut yang aman agar tidak basah kuyup.
-
Lantai Tanah dan Berdebu: Jauh dari kata higienis; becek saat hujan dan berdebu saat kemarau.
"Kami takut bangunan ini roboh dan menimpa anak-anak kami. Sudah bertahun-tahun kami mengadu, tapi jawabannya selalu 'nanti'. Kami lihat di TV, Presiden Prabowo kasih anggaran besar sampai ke desa. Tapi kenapa di sini tidak ada tanda-tanda perbaikan?" ucap salah satu orang tua murid dengan mata berkaca-kaca menahan tangis dan amarah.
Paradoks Anggaran: Ke Mana Larinya Miliaran Rupiah Dana Pendidikan?
Fakta lapangan ini memicu sebuah pertanyaan besar yang mengerucut pada dugaan mega skandal korupsi atau pengalihan anggaran di tingkat daerah.
Secara nasional, alokasi Dana BOS, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga Hibah Daerah yang mengalir ke Kas Daerah Padangsidimpuan bernilai puluhan miliar rupiah. Namun, realita di sekolah terpencil ini berbanding terbalik 180 derajat.
Tim Investigasi menduga kuat telah terjadi rekayasa data dan manipulasi laporan (fraud) oleh oknum-oknum dinas terkait. Ada indikasi bahwa pihak dinas hanya melaporkan sekolah induk yang berada di dekat kantor dinas agar terlihat "sempurna" di mata pusat, sementara data sekolah cabang yang rusak parah ini sengaja "dikubur" dan dihapus dari daftar prioritas demi mengamankan sisa anggaran.
Baca Juga: Sengkarut 10 Ribu Hektare Lahan, PTPN Regional I Unit VII Terancam Digulung Gugatan Masyarakat Adat!
Hak Guru Diduga "Lenyap" dan Akses Jalan bak Kubangan
Penderitaan di wilayah terpencil ini ternyata tidak berhenti pada bangunan sekolah yang rusak. Investigasi lebih dalam mengungkap dua borok lainnya:
-
Penyanderaan Hak Guru: Para guru yang menjadi garda terdepan di sekolah ini diduga sengaja ditelantarkan. Honor mereka kerap terlambat, tidak jelas sumber pendanaannya, dan berada jauh di bawah standar kelayakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Artikel Selanjutnya
Masa Depan Ekonomi Desa Tersandera Pena Kades, Pemilik Lahan Ambil Langkah Berani!
Tags
Terkini
SALUT! BUPATI NIAS SELATAN BERSAMA KADIS PENDIDIKAN TURUN GUNUNG TINJAU SDN 078460 SINAR MARA DI PELOSOK SOMAMBAWA
Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:16 WIB Geger Pemeran Video Syur 13 Menit, Poltekkes Kemenkes Bandung Angkat Suara
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:17 WIB Sinyal Tegas Mendikdasmen: Tahun 2027, Tradisi Siswa Otomatis Naik Kelas Berpotensi Dihentikan
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:59 WIB Update Kasus Meninggalnya Siswa SD Pemalang: Dua Terduga Pelaku Resmi Jadi ABH
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB Kabut Gas Air Mata Latihan Polres Cilegon Terbawa Angin, 19 Siswa Bertumbangan
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB Awal Mula Perundungan Siswa SD Pemalang: Isyarat Pilu Korban Sebelum Merenggang Nyawa
Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:41 WIB Tragedi Bullying SD di Pemalang Memuncak, Pemkab Nyatakan Kepsek Dinonaktifkan
Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:40 WIB Akselerasi Kualitas Pendidikan Anak Dini, Bunda PAUD Kota Bekasi Buka Capacity Building
Senin, 28 September 2026 | 11:09 WIB Viral Skandal Dugaan Pelecehan di SMA Kulon Progo, Siswa Demo Tuntut Tegas
Kamis, 17 September 2026 | 21:01 WIB Dugaan Bullying Siswa SMP di Kuningan Kritis, Korban Terima 30 Jahitan
Rabu, 16 September 2026 | 21:08 WIB Puluhan Siswa MTsN 1 Pariaman Tumbang, Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Selasa, 15 September 2026 | 19:28 WIB Di Tengah Keterbatasan, Pelajar MAN 1 Pasuruan Tembus Parlemen Remaja DPR RI
Sabtu, 12 September 2026 | 20:58 WIB Gedung Sekolah Mendesak Direnovasi, Agus Enap Harapkan Suntikan Anggaran Pusat
Sabtu, 12 September 2026 | 20:57 WIB Viral 18 Tahun Tanpa Renovasi, SDN Mboeng di NTT Akhirnya Direvitalisasi Kemendikdasmen
Jumat, 11 September 2026 | 14:12 WIB Viral! Demi Bersekolah, Siswa di Pedalaman Nias Terjang Derasnya Sungai
Jumat, 11 September 2026 | 07:26 WIB Viral! Ratusan Siswa SMAN 1 Tunjungan Diare, MBG Diduga Jadi Pemicu
Rabu, 9 September 2026 | 20:19 WIB Update Dugaan Pelecehan SMAN 1 Pamanukan: Oknum Wakasek Dinonaktifkan dan Terancam Sanksi
Selasa, 8 September 2026 | 18:49 WIB Siswa SMAN 1 Pamanukan Subang Ngamuk dan Kejar Terduga Guru Cabul Hingga Gerbang
Selasa, 8 September 2026 | 15:11 WIB Viral SD di NTT Ini Dapat Bantuan TV Layar Sentuh Meski Gedung Lapuk dan Tanpa Listrik
Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIB Berdalih demi Nasib Dapur MBG, Kadisdik Kalteng Enggan Liburkan Sekolah Saat Karhutla
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Artikel Terkait
Masa Depan Ekonomi Desa Tersandera Pena Kades, Pemilik Lahan Ambil Langkah Berani!
Menolak "Tinggal Kelas"! Ketika Air PAM Mati Total Sejak November dan Slogan "Naik Kelas" Berubah Menjadi Lelucon Getir di Tapanuli Tengah
Satu Tahun Terjebak 'Sandera' Hukum: Kisah Samian, Penjual Siomay Kemiling yang Meminta Keadilan
Sejarah Baru Di Tanah Padangsidimpuan! Marini Yuliana Hutabarat Nakhodai DPC GAMKI 2026-2029 Lewat Kemenangan Mutlak
Gurita Korporasi Diduga Serobot Tanah Leluhur, Ingkar Undang-Undang, dan Bungkam Saksi Kunci Lewat Pemecatan Sepihak Serta Teror Tokoh Adat!