Akses Infrastruktur yang Lumpuh: Jalur menuju sekolah ini rusak parah, berlubang, dan berlumpur. Anak-anak terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer melewati medan berbatu demi bisa membaca dan menulis.
Baca Juga: Predator di Ruang Kepala Sekolah – Nestapa Dunia Pendidikan Tapanuli Selatan"Ini diskriminasi! Ini penindasan! Kenapa anak kota dapat gedung megah, sementara anak kami dibiarkan belajar di tempat yang mirip kandang hewan? Ini bukti nyata uang pendidikan dicuri pejabat!" seru warga setempat dengan nada tinggi.
Waktunya Angkat Bicara atau Dianggap Bersalah!
Melihat ketimpangan yang luar biasa ini, masyarakat menyampaikan tiga tuntutan keras demi keadilan pendidikan:
-
Kepada Pemkot dan Dinas Pendidikan Padangsidimpuan: Jawab secara transparan sekarang! Ke mana larinya anggaran renovasi dan tunjangan guru? Hentikan pembungkaman berbulan-bulan. DIAM ANDA ADALAH BUKTI BERSALAH ANDA. Perbaiki sekolah ini sekarang juga!
-
Kepada Bobby Nasution Gubernur Sumatera Utara: Kami mendesak Bapak selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk turun langsung ke lapangan. Sikat oknum-oknum daerah yang diduga kuat menilep uang pendidikan anak-anak kami.
-
Kepada Aparat Penegak Hukum (Kejaksaan/Kepolisian/KPK): Segera lakukan audit forensik menyeluruh terhadap penggunaan dana pendidikan Kota Padangsidimpuan dari periode 2023–2026. Tangkap dan adili pemalsu laporan fisik sekolah!
Catatan Redaksi
Anak-anak di pelosok Padangsidimpuan memiliki hak konstitusi yang sama untuk mengecap pendidikan yang layak dan aman. Nawacitapost.com berkomitmen akan terus mengawal kasus ini, serta segera merilis dokumentasi video dan foto autentik agar seluruh rakyat Indonesia melihat bagaimana "uang rakyat raib, sementara anak-anak belajar di bawah bayang-bayang gedung maut." Keadilan harus ditegakkan!(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Masa Depan Ekonomi Desa Tersandera Pena Kades, Pemilik Lahan Ambil Langkah Berani!
Menolak "Tinggal Kelas"! Ketika Air PAM Mati Total Sejak November dan Slogan "Naik Kelas" Berubah Menjadi Lelucon Getir di Tapanuli Tengah
Satu Tahun Terjebak 'Sandera' Hukum: Kisah Samian, Penjual Siomay Kemiling yang Meminta Keadilan
Sejarah Baru Di Tanah Padangsidimpuan! Marini Yuliana Hutabarat Nakhodai DPC GAMKI 2026-2029 Lewat Kemenangan Mutlak
Gurita Korporasi Diduga Serobot Tanah Leluhur, Ingkar Undang-Undang, dan Bungkam Saksi Kunci Lewat Pemecatan Sepihak Serta Teror Tokoh Adat!