NAWACITAPOST.COM – Pengelolaan Dana Hibah Daerah dan Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan menjadi sorotan publik. Sejumlah laporan masyarakat yang diterima pada Senin (20/7/2026) mempertanyakan realisasi penyaluran anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD dan APBN setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi di lapangan.
Sorotan tersebut mengarah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, A.R. Hariri Hasibuan, S.TP., M.SP., yang dinilai memiliki kewenangan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran pendidikan di daerah tersebut.
Dana Hibah Diklaim Cair, Sekolah Mengaku Belum Menerima
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dana Hibah Daerah yang bersumber dari APBD Kota Padangsidimpuan setiap tahun dialokasikan untuk mendukung kebutuhan sekolah, mulai dari rehabilitasi gedung, pengadaan meubelair, hingga penyediaan sarana pembelajaran.
Baca Juga: Usai Nobar Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK!
Namun, sejumlah pihak mempertanyakan realisasi penyaluran dana tersebut.
Dalam dokumen administrasi disebutkan anggaran telah disalurkan lengkap beserta laporan pertanggungjawaban. Akan tetapi, terdapat pengakuan dari sejumlah kepala sekolah yang menyatakan belum pernah menerima dana sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.
Perbedaan antara laporan administrasi dengan keterangan di lapangan inilah yang kini menjadi perhatian publik dan dinilai perlu mendapat penjelasan secara terbuka.
Bantuan PIP Diduga Mengalami Kejanggalan
Selain Dana Hibah, Program Indonesia Pintar (PIP) yang bersumber dari APBN juga menjadi perhatian.
Sejumlah orang tua siswa mengaku tidak mengetahui adanya transaksi penarikan dana bantuan pendidikan yang masuk ke rekening anak mereka.
Dalam sejumlah laporan disebutkan dana sebesar Rp450 ribu per siswa masuk ke rekening, namun dalam waktu singkat saldo rekening menjadi kosong.
Baca Juga: Curhat Membara Penjual Pizza di Kaltim Syok 'Digeruduk' Satpol PP, Minta Pejabat Jual Es Dawet!
Beberapa orang tua juga mengaku tidak pernah melakukan penarikan secara langsung maupun menerima uang bantuan tersebut. Mereka menyebut buku tabungan SimPel sempat dikumpulkan oleh pihak sekolah dan dikembalikan dalam kondisi saldo telah habis.
Apabila pola tersebut benar terjadi secara masif, nilainya diperkirakan dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat yang berwenang.
Sejumlah Proyek Fisik Ikut Dipertanyakan
Selain persoalan Dana Hibah dan PIP, masyarakat juga mempertanyakan sejumlah proyek rehabilitasi sekolah yang dilaporkan telah selesai dikerjakan.
Artikel Terkait
Panggung Utama Ekonomi Jabar! Wagub Erwan Setiawan Tegaskan UMKM Tak Boleh Cuma Jadi 'Pemanis' Seremonial
Lawan Batas Usia! Wagub Erwan Setiawan Pimpin Pertaruhan Besar Jawa Barat Pasang Target Angka Harapan Hidup Naik Level
Gema Ekologi dari Paripurna: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Warga Jaga Semesta Demi "Purwakarta Istimewa"
Gelombang Ekologi Mengguncang Jabar: Herman Suryatman Bakar Semangat 340 Ribu Siswa untuk Taklukkan Masa Depan!
Badai Inflasi Medis Mengancam Korporasi Jabar: Halodoc for Business Hadirkan Solusi Kesehatan Karyawan yang Terintegrasi!