Jumat, 11 September 2026

Viral 18 Tahun Tanpa Renovasi, SDN Mboeng di NTT Akhirnya Direvitalisasi Kemendikdasmen

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 11 September 2026 | 14:12 WIB
Mengintip viralnya kondisi memprihatinkan dalam SDN Mboeng di NTT sebelum akhirnya kini diwacanakan segera direvitalisasi pemerintah. (Instagram.com/@cretivox)
Mengintip viralnya kondisi memprihatinkan dalam SDN Mboeng di NTT sebelum akhirnya kini diwacanakan segera direvitalisasi pemerintah. (Instagram.com/@cretivox)

NAWACITAPOST.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan perbaikan menyeluruh terhadap Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Langkah ini diambil usai kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut viral dan memantik perhatian publik secara luas.

Sebelumnya, ruang belajar sekolah tersebut menjadi sorotan tajam di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @cretivox pada Kamis, (10/9/2026).
 
 
Dalam unggahan tersebut, kondisi sarana dan prasarana sekolah tampak sangat terbatas hingga mengundang keprihatinan.

"Sudah 18 tahun tidak tersentuh renovasi, SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT, masih harus belajar di ruang berdinding bambu dan berlantai tanah," tulis postingan tersebut. "Bahkan, sekolah ini belum memiliki akses listrik," sambungnya.

Sorotan publik makin menguat saat sekolah yang belum berlistrik tersebut justru menerima bantuan perangkat digital berupa papan interaktif Smart TV. Bantuan ini dinilai kontradiktif dengan ketersediaan infrastruktur dasar di lapangan.

"Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, bantuan yang datang justru sebuah smart TV," terang postingan serupa. "Perangkat itu pun belum bisa digunakan karena sekolah tidak memiliki daya listrik yang memadai," tandasnya.
 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, mengonfirmasi bahwa proses revitalisasi SDN Mboeng dipastikan berjalan pada tahun 2026.
 
Ia mengakui keterbatasan fasilitas yang ada menjadi kendala utama pembelajaran selama ini.

"Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat," kata Salim dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
 
"Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa," tambahnya.
 

Mengenai bantuan unit TV digital yang sempat disayangkan masyarakat, Salim menerangkan adanya perbedaan antara kondisi aktual dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
 
Berdasarkan catatan Dapodik, sekolah tersebut tercatat memiliki sumber listrik, sehingga masuk dalam daftar penerima program penunjang digitalisasi.

"Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran," terangnya.

Pemerintah menegaskan program revitalisasi tidak hanya difokuskan pada SDN Mboeng, melainkan mencakup 1.487 satuan pendidikan di seluruh wilayah NTT.
 
 
Skala bantuan tercatat meningkat dari tahun 2025 yang sebelumnya menyasar 580 satuan pendidikan.

"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," tandas Salim.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini