Jumat, 11 September 2026

Tinta Emas HKNB: Arisman Zagoto dan Jejak Perjuangan Pembentukan Daerah Otonom Nias

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 11 September 2026 | 07:28 WIB
Arisman Zagoto (Istimewa)
Arisman Zagoto (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Himpunan Keluarga Nias Bekasi (HKNB) mencatatkan rekam jejak panjang yang membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi peningkatan kualitas hidup warga perantauan di Kota Bekasi, tetapi juga bagi kemajuan pembangunan di Kepulauan Nias.
 
Perjuangan HKNB dinilai telah melahirkan berbagai pencapaian strategis di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, pelestarian budaya, hingga perpolitikan regional dan pemekaran daerah.

Di tengah simpul sejarah dan dinamika perjuangan tersebut, figur Arisman Zagoto tampil menonjol sebagai salah satu pilar penggerak utama.
 
Kepemimpinan dan dedikasi Arisman Zagoto dalam wadah HKNB menjadi jembatan krusial yang menghubungkan aspirasi masyarakat perantauan di Jawa Barat dengan gerak pembangunan mendasar di tanah leluhur, Kepulauan Nias.
 

Kehadiran HKNB di bawah penguatan jajaran tokoh seperti Arisman Zagoto secara konsisten memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Nias di Kota Bekasi.
 
Upaya tersebut terbukti mampu menghantarkan keberhasilan pendidikan serta peningkatan karier di lingkup keluarga warga perantauan. Selain itu, organisasi ini menjadi wadah kokoh dalam menggalang persatuan dan soliditas warga, baik dalam kondisi suka maupun duka.

Di bidang keagamaan, HKNB mendorong perwujudan BNKP Jemaat Marturia Bekasi yang berawal dari Persekutuan Doa Keluarga Nias Bekasi.
 
Langkah konkret dilakukan melalui penggalangan dana "Malam Pesona Berkat" untuk melunasi pembelian ruko yang kini digunakan sebagai tempat ibadah BNKP Jemaat Marturia.
 

Guna menjaga identitas daerah di tanah perantauan, HKNB aktif melestarikan kebudayaan Nias melalui penyelenggaraan Pesta Seni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta perlombaan Maena di kawasan Depsos.
 
Langkah ini mempertegas komitmen Arisman Zagoto dan para tokoh perantau dalam merawat akar budaya Nias agar tetap berakar kuat di tengah arus modernisasi perkotaan.

Tak kalah fundamental, HKNB memiliki peranan sejarah yang krusial dalam mendorong lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kepulauan Nias:
  • Kabupaten Nias Selatan: Ruko Niaga Bekasi (Ruko Ama Putri) dijadikan basis perjuangan Panitia Perjuangan Pemekaran Kepulauan Nias (P3KN). Perjuangan ini turut disemangati oleh almarhum Ama Valen Zebua, Ama Sermian Wau, Ama Tara Gea, serta Ama Novan Ndruru melalui penerbitan Majalah Mandiri.
  • Kabupaten Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli: Keterlibatan warga HKNB pada tahun 2008 berlanjut dalam mendorong Hak Inisiatif maupun pengawalan di tingkat fraksi hingga melahirkan keputusan hukum penetapan tiga DOB tersebut.

Baca Juga: Jerat Trauma Orang Tua Usai Ratusan Siswa Pati Tumbang Diduga Keracunan MBG

Konsistensi gerak organisasi yang diusung oleh Arisman Zagoto beserta jajaran pengurus memicu ekspansi besar-besaran di ranah profesional.
 
Saat ini, warga HKNB mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor strategis, termasuk media, bisnis, karier pemerintahan, serta profesional swasta.

Sementara itu di ranah politik lokal, HKNB Bekasi aktif mendorong suksesi kepemimpinan di Kota Bekasi, mulai dari dukungan terhadap Mochtar Mohammad, Dr. Ahmad Efendy, hingga Tri Adhianto, yang menempatkan komunitas perantau Nias sebagai elemen tak terpisahkan dari peta pembangunan daerah.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini