NAWACITAPOST.COM — Setelah puluhan tahun berkiprah dan melewati beberapa estafet kepemimpinan, Himpunan Keluarga Nias Bekasi (HKNB) kini berada di persimpangan jalan sejarah.
Organisasi paguyuban tersebut didesak untuk membuang eksklusivitas dan mulai bergerak agresif ke luar demi memperkuat peran strategis warga asal Kepulauan Nias dalam pembangunan daerah.
Tuntutan transformasi tersebut ditegaskan secara menohok oleh tokoh warga Nias Bekasi, Setia Budi Mendrofa.
Ia menilai, kematangan usia yang dikantongi HKNB merupakan modal besar untuk melangkah lebih jauh tanpa mengabaikan agenda internal yang selama ini telah berjalan.
"HKNB sudah waktunya explore potensi ke eksternal. HKNB sudah sangat lama di Bekasi," tegas Setia Budi Mendrofa saat berkunjung ke Kantor Media Nawacita Indonesia, Rabu (2/9/2026) lalu.
Ia mengingatkan bahwa langkah mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Kota maupun Kabupaten Bekasi merupakan agenda krusial yang tidak lagi bisa ditunda.
Tanpa adanya sinergi yang kokoh dengan pemerintah setempat, keberadaan warga pendatang terancam terpinggirkan dari arus utama pembangunan lokal.
"Karena tanpa kita memperhatikan kondisi dan hubungan kita dengan pemerintah daerah maka bagaikan warga pendatang yang tidak diberi peran turut membangun Kota dan Kabupaten Bekasi," ujar Setia Budi.
Tak hanya menyasar ruang lingkup pemerintahan, Setia Budi Mendrofa juga menyoroti potensi raksasa sektor industri manufaktur di Kabupaten Bekasi.
Ia menegaskan bahwa warga Nias memiliki kapasitas, kompetensi, dan bidang usaha yang siap bersaing secara profesional di sektor produktif tersebut.
"Hubungan ke industri juga harus disambungkan mengingat Kabupaten Bekasi sebagai pusat industri. Kehadiran kita jangan hanya sebagai penonton tapi harus bisa ambil bagian dalam denyut industri," tambahnya.
Mengakhiri pernyataannya, Setia Budi Mendrofa mengajak seluruh jajaran dan anggota HKNB untuk berani keluar dari zona nyaman dengan membangun jejaring lintas komunitas lebih luas dan inklusif.
"Warga Nias jangan terkungkung dengan bergaul dengan orang nias sendiri tapi harus kita buka interaksi dengan warga lain dalam bidang yang berbeda," pungkasnya.
Artikel Terkait
Viral Curhatan Supplier MBG: Dari Beras Oplosan Hingga Dugaan Markup Anggaran
Hujan Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Bandar Lampung, Warga Diselimuti Kepungan Debu
Erupsi Anak Krakatau: Harga Masker Melonjak Drastis hingga Sepuluh Kali Lipat
Asap Hitam Menyembur dari Bawah Tanah, Warga Pasar Baru Panik Berhamburan
Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Lansia, Dorong Tetap Aktif Berkarya dan Bahagia