NAWACITAPOST.COM — Gema perlawanan terhadap praktik kecurangan anggaran publik kembali menguncang wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Suara tegas kembali bergema dari Aktivis Kemanusiaan Tabagsel, Rajes Simanungkalit. Menyaksikan laporan dugaan penyimpangan proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang mengacu langsung pada temuan resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru diduga terkatung-katung tanpa kabar, Aktivis Kemanusiaan Tabagsel ini angkat bicara dengan nada tajam dan tak tergoyahkan.
Aksi diam dan tidak adanya progres nyata dari pihak yang berwenang memicu kemarahan publik. Dalam keterangannya, sosok Aktivis Kemanusiaan Tabagsel tersebut mendesak aparat penegak hukum serta seluruh pihak berwenang untuk segera membongkar segala kebusukan yang diduga bersembunyi di balik laporan yang tak kunjung ditindaklanjuti.
Mengabaikan Temuan BPK: Bentuk Pengkhianatan Transparansi
Rajes menyoroti dengan tajam bahwa laporan yang diserahkan oleh kelompok mahasiswa bukanlah sekadar tuduhan liar atau dugaan tanpa dasar. Dokumen tersebut mengacu langsung pada temuan hasil pemeriksaan resmi BPK, sebuah lembaga negara bereputasi tinggi yang memiliki wewenang konstitusional untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Seharusnya, temuan BPK menjadi pegangan kuat serta pijakan awal bagi aparat penegak hukum untuk segera membuka lembar demi lembar dugaan pelanggaran yang terjadi. Namun kenyataannya, di lapangan diduga belum terlihat langkah nyata apa pun untuk mengusut tuntas indikasi penyelewengan dana pertanian tersebut.
"Jika temuan resmi BPK saja belum cukup untuk memulai penyelidikan, lalu bukti apa lagi yang dibutuhkan? Apakah harus kerugian negara semakin membengkak baru ada yang berani bergerak? Atau justru ada pihak-pihak yang ingin agar laporan ini perlahan terlupakan begitu saja demi melindungi kepentingan pribadi?" tegas Rajes.
Lima Tuntutan Mutlak Aktivis Kemanusiaan Tabagsel
Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan dan berpotensi merugikan masyarakat luas, khususnya para petani kecil yang menggantungkan hidupnya pada infrastruktur jalan pertanian, Rajesh Simanungkalit menyampaikan tuntutan yang tak bisa lagi ditunda-tunda:
- Tindak Lanjuti Laporan: Segera tindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan proyek JUT berdasarkan temuan resmi BPK! Jangan biarkan laporan itu terkubur dalam kebisuan!
- Buka Transparansi Anggaran: Buka secara transparan: kemana saja anggaran proyek itu terserap? Berapa nilainya? Siapa yang menerima manfaatnya? Tunjukkan bukti di lapangan!
- Usut Tuntas Penanggung Jawab: Periksa siapa yang bertanggung jawab atas segala temuan penyimpangan! Jangan biarkan pelaku bersembunyi di balik kebisuan dan penundaan!
- Klarifikasi Terbuka Dinas Terkait: Pihak Dinas Pertanian harus segera memberikan klarifikasi terbuka! Mengapa diduga bungkam saat ditanya? Apakah ada yang sengaja disembunyikan?
- Proses Hukum Profesional: Proses penanganan perkara harus berjalan profesional, objektif, dan terbuka! Jangan tertunda-tunda tanpa alasan yang jelas! Rakyat berhak mengetahui kebenarannya!
Peringatan Keras Bagi Penegak Hukum dan Instansi Terkait
Mengakhiri pernyataannya, Aktivis Kemanusiaan Tabagsel ini memperingatkan dengan tegas bahwa kebisuan, penundaan, dan penolakan menjawab bukan tanda ketidaktahuan, melainkan dugaan kuat adanya kebusukan yang sengaja ditutup-tutupi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Gejolak kemarahan masyarakat diperkirakan akan semakin membesar jika aparat tidak mengambil tindakan korektif secara cepat dan berani. Ketidakjelasan penanganan kasus ini dinilai dapat meruntuhkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di daerah.
"Jangan biarkan kebusukan menjadi kebiasaan! Jangan biarkan uang rakyat dijadikan peliharaan segelintir orang! Jika aparat penegak hukum tidak segera bertindak, rakyat akan menyimpulkan sendiri: bahwa ada yang sedang dilindungi, dan itu adalah penghinaan terbesar terhadap keadilan! Bongkar sekarang! Sebelum rakyat sendiri yang turun membongkarnya!" pungkasnya.(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Darurat Sampah Meluber, Pansus DPRD Kota Batam dan BP Batam Kunci Sinergi
Puskesmas Mustikasari Melawan Komplikasi, Ratusan Langkah Harapan Selamatkan Puluhan Nyawa Kronis
Kobar Semangat Juara, Wali Kota Bekasi Lepas Kontingen Pramuka Terbaik ke Jamnas 2026
Gebrakan Lelang Serentak Kejaksaan RI: Rampasan Hukum Jadi Pemburu Keadilan Finansial Negara
Sinyal Bebas Banjir Kayuringin: Terobosan Berani DBMSDA Kota Bekasi Tuntaskan Proyek Vital