Kamis, 27 Agustus 2026

Gebrakan Agus Sulistriyono: Dana Jurnalisme Harus Jangkau Puluhan Ribu Media Daerah!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:58 WIB


NAWACITAPOST.COM — Rencana pembentukan Dana Jurnalisme Indonesia yang tengah dibahas Dewan Pers bersama para konstituennya terus menuai perhatian publik. Menanggapi diskursus tersebut, CEO Promedia Group (Jaringan 1.300 Media Lokal di 36 Provinsi), Agus Sulistriyono, menyampaikan pandangan kritis serta solusi strategis agar gagasan besar ini tidak tergelincir menjadi instrumen diskriminasi bagi industri pers tanah air.

Agus Sulistriyono menegaskan dukungannya terhadap gagasan Dana Jurnalisme untuk menopang keberlanjutan industri media yang sedang tertekan. Kendati demikian, ia menyoroti isu mendasar yang dinilai jauh lebih krusial sebelum skema tersebut direalisasikan: kepastian akses bagi puluhan ribu media lokal yang belum terverifikasi Dewan Pers.

"Gagasan menghadirkan Dana Jurnalisme untuk mendukung keberlanjutan jurnalisme tentu layak diapresiasi. Saya setuju. Tetapi ada satu pertanyaan yang menurut saya jauh lebih penting sebelum dana tersebut benar-benar berjalan: Dana Jurnalisme ini sebenarnya untuk siapa?" ujar Agus Sulistriyono.
 

Ia mengingatkan agar proses verifikasi tidak bergeser menjadi mekanisme pembatasan yang mengenyampingkan realitas jurnalisme akar rumput. Bagi pimpinan jaringan media nasional ini, keberadaan puluhan ribu media kecil di daerah memiliki peran vital dalam meliput isu-isu publik yang acap kali luput dari radar media besar.

"Logikanya jangan sampai terbalik. Dana Jurnalisme jangan hanya menjadi fasilitas bagi mereka yang sudah memenuhi seluruh standar. Dana Jurnalisme juga harus menjadi tangga bagi mereka yang sedang berusaha mencapai standar," tegasnya.

Untuk menjamin keadilan serta kesetaraan peluang, CEO Promedia Group mengusulkan pembentukan jalur khusus atau skema penguatan yang dirancang secara spesifik bagi media kecil dan lokal. Langkah ini dipandang penting agar pengelola media di tingkat daerah tidak dipaksa bertarung di arena yang sama dengan korporasi media nasional berdaya saing tinggi.

"Kita sudah cukup lama disibukkan dengan perdebatan media terverifikasi dan belum terverifikasi. Jangan sampai Dana Jurnalisme justru memperkeras dikotomi tersebut dan melahirkan kesan adanya pers kelas satu dan pers kelas dua," tambahnya.
 

Sebagai penutup, Agus Sulistriyono mengingatkan pentingnya menjaga filosofi utama penyaluran dana penunjang pers ini agar tepat sasaran dan berkeadilan bagi seluruh ekosistem media di Indonesia.

"Pada akhirnya, prinsipnya sederhana: Dana Jurnalisme jangan hanya menyelamatkan mereka yang sudah selamat. Dana Jurnalisme juga harus membantu mereka yang sedang berjuang untuk tumbuh dan naik kelas," pungkas Agus Sulistriyono.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB