NAWACITAPOST.COM — Tepat setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot dari posisinya pada Senin (14/9/2026).
Kursi Bendahara Negara kini beralih ke tangan sang wakil, Suahasil Nazara. Keputusan penggantian mendadak ini mengakhiri masa jabatan Purbaya yang diwarnai gelombang kritik serta sederet kebijakan kontroversial di jagat maya.
Selama 12 bulan memimpin Kementerian Keuangan, sedikitnya ada tiga dinamika dan polemik utama yang melekat pada rekam jejak Purbaya:
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Percayakan Tampuk Menteri Keuangan pada Suahasil Nazara
1. Gaya Komunikasi 'Koboi' dan Ceplas-ceplos
Sejak dilantik pada September 2025, gaya komunikasi Purbaya yang blak-blakan berulang kali memicu sorotan publik. Karakter ini dinilai kontras dengan pendahulunya yang cenderung formal. Menanggapi kritik atas gaya bicaranya, Purbaya sempat mengakui sifatnya tersebut namun menegaskan bahwa setiap langkahnya tetap terukur.
"Jadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak. Kita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak," ungkap Purbaya pada 29 September 2025.
2. Gebrakan Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Himbara
Pada Oktober 2025, Purbaya mengambil langkah berani dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara untuk menambah likuiditas dan memacu kredit sektor produktif. Kebijakan bernilai fantastis ini menuai perhatian luas.
"Bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif," ujar Purbaya dalam Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.
Ia juga menekankan batasan ketat bagi bank penerima.
"Sebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan," tegasnya.
3. Polemik Setoran Rp120 Triliun Danantara
Mendekati akhir masa jabatannya, Purbaya kembali memicu perdebatan panas usai mengklaim Danantara bakal menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.
"Ah dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu," kata Purbaya pada Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, 3 September 2026.
Pernyataan tersebut berujung polemik tajam setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan terkait nilai setoran tersebut. Isu panas ini menjadi salah satu sorotan terakhir yang mengiringi langkah Purbaya keluar dari Kementerian Keuangan.
Artikel Terkait
Dua Meter Gelombang Gulung KM Virgo, Rinto Bertahan Empat Jam Terombang-Ambing di Laut Jawa
Petaka di Tengah Arisan Keluarga: Insiden Longsor di Sanehen Aceh Tengah Telan Korban
Rangkul Duka Kemanusiaan dan Ukir Prestasi, Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Penuh Haru
Pemerintah Kota Bekasi Terima Barang Rampasan KPK Senilai Rp3,65 Miliar untuk Polder
Jerit Dini Hari di Laut Jawa: Kesaksian Mencekam Korban Selamat Virgo Transport 8