Jumat, 11 September 2026

Update Hari ke-5, Pencarian 5 Jurnalis usai Hilang Kontak saat Liputan Aktivitas Anak Krakatau

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 11 September 2026 | 14:18 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal pencarian 5 jurnalis yang dikabarkan hilang kontak saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Instagram.com/@lampuung)
Menyoroti fakta terkini ihwal pencarian 5 jurnalis yang dikabarkan hilang kontak saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Instagram.com/@lampuung)

NAWACITAPOST.COM — Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Perairan Banten saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari ke-5, Jumat (11/9/2026).
 
Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran di tengah kecemasan publik dan keluarga yang menanti kepastian kondisi para korban.

Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang. Mereka menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk memantau peningkatan aktivitas erupsi.
 

Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni. Sementara tiga korban lainnya merupakan awak kapal, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (anak buah kapal), dan Heriyanto (pemandu).

Untuk mengoptimalkan operasi penyisiran di perairan lepas, sedikitnya 10 kapal pencari telah dikerahkan ke lokasi. Pihak keluarga korban beserta rekan sesama profesi terus memantau perkembangan terkini langsung dari posko pencarian.

Desi, istri dari jurnalis M Bagus Khoirunnas, menuturkan bahwa pihak keluarga terus memanjatkan doa dan berharap seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Masih melakukan pencarian, sudah ada 10 kapal yang melakukan pencarian," kata Desi di lokasi pencarian, Kamis (10/9/2026) malam.
 

"Dan juga tentunya kita semua mendoakan Mas Bagus bisa ditemukan dalam keadaan sehat," imbuhnya.

Selain mengandalkan armada resmi Basarnas dan Tim SAR Gabungan, keluarga korban juga memantau pergerakan para nelayan lokal yang turut berinisiatif membantu operasi di lapangan.
 
Pengetahuan navigasi dan penguasaan medan perairan dari para nelayan diharapkan mampu menjangkau titik-titik krusial yang belum tersentuh armada utama.

Pihak keluarga memohon agar area penyisiran terus diperluas dan mengonfirmasi telah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
 
 
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian skala besar masih terus berlangsung di Perairan Banten.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini