NAWACITAPOST.COM — Jumlah korban dalam insiden dugaan keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kedaluwarsa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terus melonjak.
Hingga data terbaru mencatat total 269 siswa dari tiga sekolah di wilayah tersebut dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan parah. Peristiwa yang menggemparkan publik di media sosial ini bermula pada Rabu (9/9/2026).
Ratusan siswa dari MTs Negeri 3 Pati hingga SMP Negeri 1 Gembong mendadak mengeluhkan gejala diare hingga muntah-muntah. Dugaan kuat mengarah pada hidangan MBG yang mereka santap sehari sebelum gejala muncul.
Gelombang kedatangan pasien secara bertubi-tubi ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat sempat membuat ruang Unit Gawat Darurat (UGD) kewalahan menangani lonjakan korban.
Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 59 siswa harus menjalani rawat inap yang tersebar di empat rumah sakit, sementara 154 siswa lainnya menjalani rawat jalan.
Salah satu fasilitas kesehatan yang menampung para korban adalah Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa, Pati. Hingga Kamis petang, rumah sakit tersebut telah menangani puluhan siswa yang mengeluhkan sakit secara bertahap.
Direktur RS Mitra Bangsa Pati, dr. Hendrianto, mengonfirmasi adanya penambahan pasien yang baru mengeluhkan gejala pada Kamis pagi.
"Baru ada tambahan lagi 2 orang anak. Sehingga total yang diberikan pelayanan di RS Mitra Bangsa ada 45 siswa," terang Hendrianto dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasien telah diizinkan pulang setelah kondisinya stabil.
"Sebanyak 31 pasien rawat jalan sudah dipulangkan, dan tersisa 14 orang yang masih menjalani rawat inap," imbuhnya.
Pihak RS Mitra Bangsa memastikan tetap dalam posisi siap siaga untuk menerima dan menangani penambahan pasien apabila masih ada siswa lain yang menyusul mengalami gejala serupa.
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih berada dalam penyelidikan intensif.
Sampel hidangan MBG yang diduga menjadi pemicu telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Balai Pengujian Kesehatan Pegawai dan Masyarakat (Balai Labkesmas) Provinsi Jawa Tengah di Semarang untuk menjalani uji laboratorium.
Artikel Terkait
Suntikan APBN Rp11 Triliun: Pemerintah Bakal Buka Rekening Massal 200 Juta Warga
Aksi Nekat Pendaki Ilegal Terobos Gunung Semeru Berakhir Sanksi Daftar Hitam
Amuk Karhutla Gunung Awu Sangihe Meluas, Permukiman Terancam akibat Kompor Portable
Pemkot dan DPRD Kota Bekasi Kunci Komitmen Pembangunan Lewat KUA-PPAS 2026-2027
Viral! Demi Bersekolah, Siswa di Pedalaman Nias Terjang Derasnya Sungai