Sabtu, 12 September 2026

Wapres Gibran Tembus Asap Kalbar, Instruksikan Pemadaman Gambut Ekstrem dan Minta Maaf

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 12 September 2026 | 13:04 WIB
Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden Republik Indonesia ketika turun langsung ke Kalimantan Barat. (Ambisius / Armend Nawacita)
Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden Republik Indonesia ketika turun langsung ke Kalimantan Barat. (Ambisius / Armend Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung titik krusial bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (10/9/2026).
 
Kehadiran Wapres Gibran di tengah pekatnya kabut asap menjadi angin segar sekaligus penegasan komitmen pemerintah pusat dalam menanggulangi krisis lingkungan yang terus berulang di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan kerja mendadak ini, Wapres Gibran didampingi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar.
 
 
Tanpa menunda waktu, rombongan langsung menerobos medan ekstrem menuju kawasan gambut yang membara di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
 
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ketika turun langsung ke lokasi karhutla. (Ambisius / Armend Nawacita)

Melihat kondisi udara yang memprihatinkan dan mengancam kesehatan warga, Wapres secara terbuka menyampaikan simpati terdalamnya.
 
Wapres Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan atas kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih akibat kabut asap yang menyelimuti permukiman dan ruang publik.

Usai memantau langsung gumpalan asap yang keluar dari bawah permukaan tanah gambut, Wapres Gibran memimpin rapat koordinasi terbatas dan mengecek kesiapan posko penanganan karhutla di Lanud Supadio.
 
 
Dalam pengarahannya, Wapres menyoroti bahaya laten api bawah tanah (underground fire) yang kerap mengelabui petugas di lapangan.

Wapres menekankan pentingnya strategi pemadaman yang terukur, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Proses pendinginan dan pemadaman di lahan gambut wajib dilakukan secara intensif dan terukur agar api tidak kembali menyala di bawah permukaan.
 
 
Selain efektivitas penanganan, keselamatan personel dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga BPBD yang bertugas di garis depan juga menjadi perhatian utama Wapres Gibran agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja maupun gangguan kesehatan kronis.
 

Lebih lanjut, Wapres juga menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi harus diikuti dengan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak.
 
Jaminan kesehatan, keberlangsungan pelayanan pendidikan, serta distribusi kebutuhan dan logistik bagi masyarakat terdampak kabut asap harus tetap dipastikan oleh seluruh jajaran lintas instansi.

“Kita harus pastikan pemadaman berjalan efektif, personel aman, dan masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan dasar,” tegas Wapres Gibran di hadapan seluruh jajaran satgas bencana.

Kunjungan kerja Wakil Presiden ke Kalimantan Barat diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla.
 
 
Kehadiran Wapres Gibran juga menjadi suntikan moral dan bentuk dukungan nyata bagi para petugas yang terus bekerja tanpa kenal lelah di lapangan, sekaligus memastikan seluruh prosedur penanganan kondisi darurat berjalan optimal.

Respon atas kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini pun berdatangan saat prosesi pengantaran kepulangan Wapres di Bandara Supadio, Kubu Raya.
 
Ketua DPD Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Kalimantan Barat, Ambosius, menyampaikan apresiasinya sekaligus menitipkan harapan besar agar masa depan penanganan bencana di bumi Borneo bisa jauh lebih preventif.

Ambosius berharap di masa yang akan datang pemerintah bisa lebih aktif dan tanggap jika sudah memasuki bulan-bulan musim panas.
 

"Terkhusus mulai dari bulan Juni hingga agustus setiap tahunnya, agar tidak terjadinya bencana asap yang melanda seperti saat ini, sehingga menjadi persoalan yang seolah-olah tidak ada solusi bagi masyarakat, yang dampaknya sangat tidak baik bagi kesehatan," ujar Ambosius.

Langkah cepat dan instruksi tegas yang diturunkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menandai fase baru penanganan karhutla di Kalimantan Barat, yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan kabut asap hingga ke akar-akarnya.(Ambisius / Armend)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini