Jumat, 25 September 2026

Penyelam Basarnas Tembus Bangkai Virgo Transport 8 di Masalembo, 150 Korban Ditemukan

Photo Author
- Jumat, 25 September 2026 | 19:10 WIB
Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam. (Instagram.com/@bpkpalm.21- Threads.com/@dendyprasetyoo)
Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam. (Instagram.com/@bpkpalm.21- Threads.com/@dendyprasetyoo)

NAWACITAPOST.COM — Tim Rescuer dan penyelam khusus dari Basarnas Special Group (BSG) terus melakukan perjuangan dramatis menembus kedalaman Perairan Masalembo, Laut Jawa, demi mengevakuasi para korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 (disebut juga Virgin Transport 8).
 
Hingga hari ke-12 operasi pencarian, sebanyak 150 korban berhasil ditemukan dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes kapal.

Dalam proses evakuasi di bawah air, tim penyelam terpaksa memecahkan bagian kaca kapal menggunakan palu secara manual guna menarik korban yang terjebak di dalam ruangan.
 
 
Aksi ekstrem ini sempat memicu pertanyaan publik di media sosial terkait opsi penggunaan senjata api untuk menghancurkan kaca kapal secara praktis.

Menanggapi pertanyaan warganet seperti akun @alg******y yang menulis, "Ribet, bawa pistol tinggal dor dor pecah tuh semua," anggota tim penyelam BSG, Ega Prasutia, memberikan penjelasan teknis mengenai bahaya dan keterbatasan fisik senjata api di dalam air.

“Pada kedalaman 30 meter, tekanan hidrostatis air laut mencapai 4 atm. Di udara umumnya peluru pistol melesat ratusan meter, tapi di kedalaman 30 meter, umumnya peluru hanya bisa melesat 30 sampai 50 centimeter,” ujar Pras dalam video yang diunggah di Instagram @egaprasutiaa, dikutip pada 25 September 2026.

Pras menegaskan bahwa risiko penggunaan senjata di kedalaman laut sangat fatal bagi keselamatan personel. “Terus, risikonya juga tinggi. Pistol kemungkinan rusak, meledaknya bisa di tangan bukan di kaca. Kalau bisa, udah dari kemarin pakai,” imbuhnya.
 

Update Evakuasi Korban Virgo Transport 8

Berdasarkan konfirmasi Basarnas hingga Kamis (24/9/2026) pukul 22.00 WITA, akumulasi korban yang ditemukan mencapai 150 orang. Rinciannya meliputi 108 korban selamat dan 42 korban meninggal dunia. Sementara itu, 93 korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif.

Kondisi visibilitas di bawah laut dilaporkan cukup jernih dengan arus yang tergolong rendah, meskipun penyelam harus bertarung dengan angin dan gelombang permukaan yang cukup kuat.

“Penyelam yang kemarin mungkin sudah sempat memecah kaca-kaca ruangan, tadi dilanjutkan lagi beberapa kaca dipecah sehingga bisa menarik korban yang ada di dalam ruangan,” ungkap Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Kamis (24/9/2026).

Bangkai Kapal Miring dan Tinggi Risiko

Tantangan terberat operasi penyelaman ini adalah stabilitas posisi bangkai kapal di dasar laut. Hasil pemantauan teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) menunjukkan bahwa posisi badan KM Virgo Transport 8 masih miring dan berpotensi mengalami pergerakan yang dapat membahayakan nyawa penyelam.
 

Atas pertimbangan mitigasi dan keselamatan rescuer, Basarnas memfokuskan pembersihan dan pencarian pada area teraman badan kapal.

“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring, penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” tukas Yudhi Bramantyo.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini