Senin, 21 September 2026

Operasi SAR Dihentikan Sementara, Keluarga Jurnalis KM Arupadatu I Tetap Simpan Harapan

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 21 September 2026 | 20:41 WIB
Menyoroti penuturan pihak keluarga Firdaus Wajidi atau Daus, jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Instagram.com/@inpopmedia)
Menyoroti penuturan pihak keluarga Firdaus Wajidi atau Daus, jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Instagram.com/@inpopmedia)

NAWACITAPOST.COM — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda, Banten, resmi dihentikan sementara.
 
Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif selama 10 hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan tidak menemukan petunjuk di seluruh sektor penyisiran.
 
 
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).
 
Meski operasi SAR berhenti sementara, proses pencarian dapat dibuka kembali apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang terverifikasi.

Di tengah suasana penuh harap dan cemas atas penghentian sementara operasi tersebut, pihak keluarga salah satu korban, Firdaus Wajidi alias Daus, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian kerabatnya.
 
Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan keluarga, Diki, dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026).
 

"Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu kami sudah mengikhlaskan kepergiannya keluarga kami ini," tutur Diki.

Kendati demikian, Diki menuturkan bahwa pihak keluarga masih menyimpan harapan agar Daus dapat ditemukan dalam kondisi sehat.
 
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian.

"Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami," terangnya.
 

Insiden ini bermula saat rombongan KM Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB saat bertugas meliput di kawasan Gunung Anak Krakatau.
 
Terdapat delapan orang yang masuk dalam daftar pencarian.

Lima di antaranya merupakan jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
 
Sementara tiga orang lainnya adalah kru dan pemandu kapal, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini