Kamis, 5 November 2026

Moeldoko Klaim Indonesia Belum Terlambat, Industri EV Justru Diuji Konsistensi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2026 | 19:10 WIB
Mengupas klaim  (Foto: Gesits)
Mengupas klaim (Foto: Gesits)

NAWACITAPOST.COM – Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, optimistis Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dalam pengembangan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Namun, optimisme tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai keseriusan pemerintah dalam membangun industri otomotif nasional, terutama dalam melindungi dan mengembangkan produk rintisan karya anak bangsa.

Moeldoko menilai perkembangan teknologi baterai memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengejar negara-negara yang lebih dahulu menguasai industri kendaraan listrik.

Baca Juga: Pasca-Penetapan Tersangka Pati Polri dan Isu Penyadapan Presiden, Sugiono Desak Penegakan Hukum Tegas

"Nggak, belum telat (bikin molinas dan mobnas). Karena teknologi baterai terus berkembang. Sehingga kita punya momentum mengejar. Kalau di ICE (Internal Combustion Engine) sulit dikejar, tapi kalau di (mobil dan motor) listrik sangat mungkin dikejar," ujar Moeldoko beberapa waktu lalu di JIExpo Kemayoran.

Pernyataan tersebut secara teoretis memiliki dasar. Transisi menuju kendaraan listrik memang membuka peluang baru bagi negara yang belum lama mengembangkan industri otomotif.

Dominasi pabrikan konvensional bermesin pembakaran internal tidak serta-merta menjadi penghalang bagi negara yang ingin membangun kekuatan di sektor elektrifikasi.

Namun, persoalan industri kendaraan listrik nasional tidak cukup diselesaikan dengan optimisme dan klaim bahwa Indonesia belum terlambat. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada konsistensi kebijakan, penguasaan teknologi, serta keberpihakan terhadap industri lokal yang telah lebih dahulu merintis jalan.

Baca Juga: Jerat Maut Perang Rusia: 58 WNI Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran

 

Gesits, Bukti Kemampuan Anak Bangsa

Jauh sebelum wacana kebangkitan industri kendaraan listrik kembali mengemuka, Indonesia sebenarnya telah memiliki pionir produk lokal, salah satunya Gesits.

Motor listrik tersebut lahir dari kolaborasi riset anak bangsa yang melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan konsorsium industri. Kehadirannya menjadi bukti bahwa insinyur Indonesia memiliki kemampuan merancang sekaligus mengembangkan kendaraan listrik roda dua secara mandiri.

Sayangnya, perjalanan produk rintisan dalam negeri tidak selalu berjalan mulus. Gesits harus menghadapi tantangan penetrasi pasar, persaingan dengan produk impor, perubahan regulasi, hingga keterbatasan dukungan permodalan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kemampuan Indonesia menciptakan produk kendaraan listrik, melainkan bagaimana negara memberikan dukungan berkelanjutan agar produk tersebut mampu bertahan dan berkembang.

Baca Juga: Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Tulang Punggung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini