NAWACITAPOST.COM – Pengguna iPhone perlu mewaspadai ancaman perangkat lunak mata-mata atau spyware canggih yang dapat digunakan untuk menyerang perangkat secara tertarget.
Apple kembali mengirimkan notifikasi ancaman kepada sejumlah pengguna yang diduga menjadi sasaran serangan mercenary spyware. Dilansir dari laman The Telegraph Rabu, (4/11/2026), peringatan tersebut dilaporkan menjangkau pengguna di 99 negara.
Informasi mengenai gelombang peringatan terbaru ini disampaikan periset keamanan siber Costin Raiu melalui akun X miliknya @costinrau. Dia menyebut notifikasi tersebut berbeda dari gelombang peringatan yang dikirim Apple pada Agustus 2026.
Apple menyatakan telah mengirimkan notifikasi ancaman kepada pengguna di lebih dari 150 negara sejak program peringatan tersebut dimulai. Perusahaan tidak mengungkap identitas pelaku maupun wilayah geografis yang diduga menjadi sumber serangan.
Mengenal Mercenary Spyware dan Target Operasi
Mercenary spyware merupakan perangkat lunak mata-mata yang dikembangkan untuk menjalankan operasi pengawasan terhadap individu tertentu. Berbeda dari malware yang menyebar secara massal, spyware jenis ini biasanya digunakan untuk menargetkan orang berdasarkan identitas, aktivitas, atau pekerjaan mereka.
Apple menjelaskan bahwa serangan semacam ini membutuhkan biaya dan sumber daya besar. Pengembangannya bahkan dapat menelan biaya hingga jutaan dolar AS.
Karena itu, target serangan biasanya bukan pengguna secara acak. Kelompok yang berisiko menjadi sasaran antara lain jurnalis, aktivis, politikus, diplomat, serta individu yang memiliki informasi strategis.
Apple juga menegaskan bahwa notifikasi ancaman dikirim ketika perusahaan memiliki tingkat keyakinan tinggi bahwa seseorang menjadi target serangan. Namun, menerima peringatan tidak otomatis berarti perangkat sudah berhasil diretas.
Ancaman Zero-Click Exploit
Salah satu metode yang dapat digunakan dalam serangan spyware canggih adalah zero-click exploit. Melalui metode ini, penyerang berupaya mengeksploitasi celah keamanan perangkat tanpa mengharuskan korban mengeklik tautan atau mengunduh berkas tertentu.
Jika serangan berhasil, penyusup berpotensi memperoleh akses ke informasi pribadi yang tersimpan dalam perangkat. Informasi tersebut dapat mencakup pesan, riwayat panggilan, daftar kontak, lokasi, hingga foto dan video.
Meski demikian, Apple belum mengungkap metode teknis maupun celah keamanan yang digunakan dalam gelombang serangan terbaru. Perusahaan juga tidak menyebut siapa pihak yang berada di balik operasi spyware tersebut.
Ketidakpastian Dampak di Indonesia
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada daftar resmi negara yang menjadi sasaran notifikasi terbaru Apple. Jumlah pengguna yang menerima peringatan juga belum diumumkan secara terperinci.
Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah pengguna iPhone di Indonesia termasuk penerima notifikasi pada gelombang terbaru. Apple juga tidak mengaitkan serangan maupun peringatan yang diterima pengguna dengan pelaku atau wilayah geografis tertentu.
Penting dipahami, angka 99 negara dalam peringatan terbaru berbeda dari gelombang sebelumnya. Pada Agustus 2026, Apple mengonfirmasi pengiriman notifikasi kepada pengguna yang menjadi sasaran di 110 negara.
Langkah Perlindungan Perangkat
Apple menyarankan pengguna yang menerima notifikasi ancaman untuk segera meningkatkan perlindungan perangkat. Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah mengaktifkan fitur Lockdown Mode atau Mode Penguncian.
Fitur tersebut dirancang untuk membatasi sejumlah fungsi perangkat, aplikasi, situs web, dan koneksi tertentu guna memperkecil peluang serangan siber yang sangat canggih. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui langkah berikut:
- Buka menu Settings atau Pengaturan.
- Pilih Privacy & Security atau Privasi & Keamanan.
- Gulir layar hingga menemukan Lockdown Mode.
- Pilih Lockdown Mode, kemudian ikuti petunjuk untuk mengaktifkannya.
Selain itu, pengguna disarankan memperbarui sistem operasi iPhone ke versi terbaru agar memperoleh perbaikan keamanan yang tersedia. Pembaruan tersebut penting karena celah keamanan pada perangkat lunak dapat menjadi salah satu jalan masuk bagi penyerang.
Verifikasi Keaslian Notifikasi Resmi
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pesan palsu yang mengatasnamakan Apple. Untuk memastikan keaslian peringatan, pengguna dapat membuka situs resmi account.apple.com secara langsung melalui peramban.
Setelah masuk ke akun Apple, periksa apakah terdapat pemberitahuan ancaman pada bagian atas halaman.
Apple menegaskan notifikasi ancaman yang asli tidak akan meminta pengguna memasang aplikasi atau profil konfigurasi, membuka berkas tertentu, maada upun memberikan kata sandi dan kode verifikasi akun.
Karena itu, jangan sembarangan mengeklik tautan dari pesan atau email yang mengaku berasal dari Apple. Jika menerima peringatan yang mencurigakan, lakukan pemeriksaan melalui akun resmi Apple, bukan melalui tautan yang disertakan dalam pesan tersebut.(***)
Artikel Terkait
DARR! Irama Gemuruh Karnaval Sound Horeg Diduga Memakan Korban, Warga Jember Tutup Usia
Maut Mengintai di Titik Buta: Kesalahan Setel Spion Yaitu Bahaya Terselubung
Duka di Tengah Dentuman Karnaval Sound Horeg di Jember, Anak Korban Beri Pengakuan Menyentuh
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 4,2 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp6,2 Miliar
Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Morowali Amankan Belasan Ribu Batang Cukai Palsu