NAWACITAPOST.COM – Dugaan kebocoran data pelanggan Fore Coffee menjadi perhatian di media sosial. Kabar mengenai dugaan kebocoran data yang melibatkan 5,7 juta akun pelanggan memicu kekhawatiran warganet. Sejumlah pengguna bahkan mengaku memilih menghapus akun mereka demi mengantisipasi risiko penyalahgunaan data pribadi.
Salah satu pengguna Threads dengan akun @adindapnat mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima pemberitahuan melalui email terkait insiden tersebut. Ia juga mengaku telah memutuskan seluruh tautan pembayaran sebelum menghapus akun.
“Udah dapet email dari tadi siang, baru ngeh ternyata sebahaya itu masalahnya. Sebelum hapus akun, aku juga udah putuskan semua tautan payment,” tulis akun tersebut pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kekhawatiran serupa disampaikan pengguna Threads lainnya, @olil1606. Ia mengaku terkejut setelah menerima pemberitahuan melalui email dari Fore Coffee mengenai akses tanpa izin terhadap informasi pelanggan serta imbauan untuk mengganti PIN aplikasi.
“Kaget tiba-tiba dapat notif email dari Fore terkait pengaksesan informasi tanpa izin dan harus ubah PIN aplikasi. Ternyata emang ada kebocoran data dan dari Fore juga udh ada Official Statement-nya. Kok bisa ya sampe bocor gitu, jadi takut,” tulisnya.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, Akses ke RSUD Lumpuh dan Warga Dievakuasi
Menanggapi kabar tersebut, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengonfirmasi adanya akses tanpa izin terhadap salah satu platform yang digunakan untuk mengelola data pelanggan.
CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menjelaskan bahwa sebagian informasi pelanggan telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Informasi yang terdampak mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar pada aplikasi Fore, PIN dalam bentuk hashed, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
“Sebagian informasi pelanggan diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Informasi tersebut mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar pada aplikasi Fore, hashed PIN, serta riwayat pembelian melalui aplikasi Fore,” ujar Vico dalam keterangan resmi yang dibagikan pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Sebagai langkah pencegahan, Fore Coffee mengimbau seluruh pelanggan untuk segera mengganti PIN akun aplikasi mereka. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keamanan akun setelah terjadinya insiden akses tanpa izin.
“Kami mengimbau agar Anda segera mengganti PIN di akun aplikasi Fore. Penggantian atau pembuatan PIN adalah tindakan pencegahan,” demikian imbauan perusahaan dalam pernyataan resminya.
Selain meminta pelanggan memperbarui PIN, Fore menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Perusahaan juga mengaku bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menangani insiden serta menindaklanjuti pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Fore menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi penyalahgunaan informasi pelanggan yang diakses secara tidak sah tersebut.
“Hingga saat ini, kami tidak menemukan indikasi bahwa informasi yang diakses tersebut telah disalahgunakan,” pungkas Vico.
Artikel Terkait
SEJARAH BARU DI DESA HILISALOO! BUPATI SOKHIATULO LAIA KUNJUNGI SEKOLAH PELOSOK DI TENGAH SURVEI JALAN
CSR Bukan Sekadar Formalitas! Baktiono Tagih Kepedulian Bank Jatim terhadap Siswa Miskin
Pasca-Banjir, TP PKK dan Dinkes Nias Barat Salurkan PMT bagi 638 Ibu dan Anak
Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Polisi Amankan Terduga Pembawa Sajam