SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Penghargaan tingkat nasional bukanlah garis akhir sebuah prestasi. Justru, capaian itu harus menjadi titik awal untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut ditegaskan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, saat mengunjungi Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Kelurahan Bulak Banteng menembus 12 besar Desa/Kelurahan Terbaik Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa wilayah yang berada di kawasan utara Surabaya mampu menunjukkan inovasi dalam tata kelola data dan pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Reni mendapatkan paparan langsung dari Lurah Bulak Banteng, Matlilla, mengenai penerapan program Desa Cantik, pengembangan data statistik kewilayahan, hingga pemanfaatannya untuk memetakan persoalan sosial dan menentukan intervensi pemerintah yang lebih tepat sasaran.
“Prestasi ini tentu patut diapresiasi. Namun, saya sangat berharap capaian ini tidak hanya berhenti pada angka, dokumen, atau pemenuhan indikator penilaian. Yang lebih penting adalah bagaimana prestasi ini berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Reni.
Menurutnya, data yang berkualitas harus mampu menjelaskan kondisi riil warga. Mulai dari keluarga miskin yang membutuhkan bantuan, rumah tidak layak huni, anak yang terancam putus sekolah, warga yang belum mendapatkan pekerjaan, hingga lanjut usia yang hidup seorang diri.
“Di balik data itu ada nasib masyarakat, ada nasib rakyat. Karena itu, datanya harus benar dan bagus. Data yang berkualitas harus menjadi data yang bermakna, yang benar-benar digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.
Bulak Banteng Buktikan Prestasi dari Kawasan Utara
Program Desa Cantik merupakan inisiatif Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan literasi statistik, kualitas pengelolaan data, serta pemanfaatan statistik di tingkat desa dan kelurahan.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Surabaya, penghargaan 12 besar nasional tersebut diserahkan di Jakarta pada 26 September 2026 dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional 2026. Salah satu inovasi yang mendukung capaian Bulak Banteng adalah ground check, yakni verifikasi dan validasi data dengan mendatangi rumah warga secara langsung.
Reni menilai pencapaian tersebut memiliki arti penting karena Bulak Banteng berada di kawasan pesisir utara Surabaya yang menghadapi beragam tantangan sosial. Keberhasilan dalam pengelolaan statistik diharapkan menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam membangun pelayanan publik berbasis data.
“Bulak Banteng ini bukan wilayah di tengah kota, tetapi mampu meraih prestasi nasional. Ini membuktikan bahwa setiap wilayah memiliki potensi. Saya berharap capaian ini bisa menjadi role model bagi kelurahan lain,” katanya.
Data Kemiskinan Harus Berujung pada Intervensi yang Tepat
Dalam paparannya, Matlilla menjelaskan bahwa Kelurahan Bulak Banteng memanfaatkan data dan verifikasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga. Proses tersebut juga membantu pemerintah memetakan keluarga yang membutuhkan penanganan, termasuk dalam aspek perumahan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial.
Data tersebut menjadi penting karena kondisi ekonomi keluarga dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan pekerjaan, kehilangan pencari nafkah, persoalan kesehatan, hingga perubahan pendapatan bisa membuat kondisi warga tidak lagi sesuai dengan catatan sebelumnya.
Karena itu, pembaruan data melalui verifikasi lapangan diperlukan agar bantuan dan program pemerintah tidak salah sasaran.
Dalam penanganan rumah tidak layak huni, misalnya, Pemkot Surabaya sebelumnya menyampaikan bahwa sebanyak 26 kepala keluarga di Bulak Banteng telah mendapatkan intervensi melalui kolaborasi lintas pihak. Pendekatan tersebut melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.