Senin, 26 Oktober 2026

Anggaran Penanganan Banjir 2027 Menurun, Eri Irawan Pastikan Upaya Pengendalian Tetap Berjalan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 26 Oktober 2026 | 16:43 WIB
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan dari Fraksi PDI Perjuangan
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan dari Fraksi PDI Perjuangan

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Harapan warga Surabaya untuk menghadapi musim hujan dengan genangan yang semakin terkendali terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota. Pembangunan saluran, normalisasi drainase hingga penguatan rumah pompa menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan bahwa progres fisik pekerjaan infrastruktur pengendalian banjir pada 2026 telah mencapai sekitar 90 persen. Meski realisasi anggaran belum sepenuhnya terserap, sejumlah pekerjaan di lapangan telah dilaksanakan dan tinggal menunggu proses pembayaran.

“Alhamdulillah, progres fisiknya sudah sekitar 90 persen. Anggaran memang belum terserap seluruhnya karena masih menunggu pencairan pendanaan. Namun, pekerjaan fisiknya sudah dilakukan dan tinggal pembayaran,” ujar Eri, Senin (26/10/2026).

Menurut Eri, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi titik genangan di Kota Pahlawan. Baginya, keberhasilan penanganan banjir tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang dikerjakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi warga ketika hujan turun.

Sepanjang 2026, pembangunan infrastruktur dilaporkan telah menjangkau sekitar 180 lokasi dengan panjang saluran mencapai 51 kilometer. Selain itu, sebanyak 964 saluran, mulai dari skala lingkungan hingga perkotaan, telah dinormalisasi untuk membantu memperlancar aliran air.

Normalisasi juga dilakukan di kawasan Kali Jagir hingga bagian hilir di Wonorejo. Pekerjaan tersebut melibatkan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk instansi yang menangani pengelolaan sumber daya air, agar penanganan aliran air dapat dilakukan secara lebih terpadu.

“Normalisasi ini penting supaya kapasitas saluran tetap terjaga. Kita tidak hanya membangun saluran baru, tetapi juga memastikan saluran yang sudah ada bisa berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, penguatan infrastruktur pengendalian air dilakukan melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah pompa. Eri menyebut Surabaya memiliki sekitar 83 rumah pompa, dengan sejumlah pembangunan tambahan pada 2026, di antaranya Rumah Pompa Mulyorejo dan Wonorejo II.

Peningkatan kapasitas saluran dan rumah pompa di sejumlah titik juga menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat aliran air ketika hujan deras. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada keterhubungan antarsaluran, kondisi sungai, kapasitas pompa, serta pemeliharaan rutin.

Bagi Eri, pengendalian banjir perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Ia menegaskan, sasaran utama bukan semata-mata menghilangkan genangan dalam waktu singkat, melainkan mengurangi jumlah titik terdampak sekaligus memperpendek waktu surut air.

“Orientasi kita adalah mengurangi titik genangan dan lama genangan. Peningkatan kapasitas rumah pompa, penambahan saluran, dan normalisasi merupakan bagian dari upaya itu,” ungkapnya.

Memasuki perencanaan tahun anggaran 2027, Eri menyebut anggaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) diproyeksikan sekitar Rp2,15 triliun, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang disebut mencapai Rp2,3 triliun.

Menurut dia, penyesuaian tersebut berkaitan dengan sejumlah pekerjaan besar yang telah diselesaikan serta pembagian penanganan saluran lingkungan melalui anggaran kelurahan. Meski demikian, ia berharap penurunan anggaran tidak mengurangi efektivitas program pengendalian banjir.

“Beberapa pekerjaan besar sudah tuntas. Untuk saluran lingkungan di perkampungan, sebagian juga ditangani melalui dana kelurahan. Kita berharap upaya pengendalian banjir tetap berjalan efektif,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini