Minggu, 25 Oktober 2026

Pantai Kenjeran Bukan Tempat Sampah! Merah Muda Fest PDIP Surabaya Tantang Anak Muda Tak Cuma Jadi Penonton

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:48 WIB

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Sampah yang bergeser dari tengah laut ke pesisir menjadi perhatian dalam aksi bersih-bersih Pantai Kenjeran, Surabaya, Minggu pagi (25/10/2026). Sekitar 200 anak muda turun langsung dalam Merah Muda Fest yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Pesannya tegas: kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti sebatas slogan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, hadir dalam kegiatan bertema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan” dengan tagline “Merah Berani, Muda Beraksi”. Melalui aksi tersebut, kader muda partai, pelajar, komunitas, dan masyarakat diajak bergotong royong menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Armuji mengatakan, sampah yang terbawa dari tengah laut dan menumpuk di pinggir pantai berpotensi menimbulkan pencemaran apabila tidak ditangani. Karena itu, kerja bakti bersama menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan.

“Anak-anak muda ini mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Kita membantu warga di sini membersihkan pantai. Sampah dari tengah laut yang bergeser ke pinggir itu banyak sekali. Kalau tidak dibersihkan, bisa menjadi polusi air,” ujar Armuji.

Menurutnya, kebersihan pesisir bukan persoalan sepele. Pencemaran perairan berpotensi mengganggu kehidupan biota laut, termasuk ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat dan dikonsumsi warga. Karena itu, menjaga kebersihan pantai perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Armuji juga mengajak generasi muda PDIP, baik kader maupun simpatisan, untuk memulai kepedulian dari lingkungan terdekat. Kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menggerakkan kerja bakti di lingkungan keluarga maupun masyarakat dinilai penting agar kepedulian tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“ Mari kita menjaga lingkungan, terutama di Surabaya. Sampah-sampah yang ada di sekitar kita harus diperhatikan. Keluarga juga perlu digerakkan supaya tetap ada kerja bakti dan pembersihan,” pesannya.

Sementara itu, Khusnul Khotimah, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata DPC PDI Perjuangan Surabaya, menjelaskan bahwa Merah Muda Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi anak muda untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, sekaligus melakukan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai melalui tindakan yang menyentuh persoalan bersama. Gotong royong, menurutnya, bukan sekadar warisan nilai dari generasi terdahulu, melainkan semangat yang perlu terus dihidupkan melalui kepedulian terhadap alam dan ruang publik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran anak muda bahwa gotong royong bukan sekadar nilai yang diwariskan, tetapi harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kita,” kata Khusnul.

Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong kader dan masyarakat mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam. Pengurangan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan ruang publik menjadi kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten.

Lisa, salah satu peserta dari kalangan Generasi Z, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap aksi bersih-bersih tidak hanya berlangsung saat peringatan tertentu, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan bersama agar kawasan pesisir tetap bersih dan terjaga keasriannya.

Menurut Lisa, generasi muda perlu ikut mengambil tanggung jawab menjaga lingkungan, termasuk kawasan pantai di Surabaya. Kepedulian masyarakat setempat juga dinilai penting agar kebersihan pesisir tidak hanya bergantung pada kegiatan komunitas atau kelompok tertentu.

Melalui Merah Muda Fest, DPC PDI Perjuangan Surabaya berharap keterlibatan anak muda dalam menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan. Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mengumpulkan ratusan peserta dalam satu pagi, melainkan memastikan kebiasaan menjaga kebersihan tetap hidup setelah kegiatan berakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini