Rabu, 28 Oktober 2026

Bu Reni Kenang Era Risma: Surabaya Sudah Bangun Sekolah Megah Sejak Dulu!

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:06 WIB
Kunjungan ke SDN Tanah Kali Kedinding 1, Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, justru teringat kiprah Tri Rismaharini saat memimpin Kota Pahlawan, Rabu (28/10/2026)
Kunjungan ke SDN Tanah Kali Kedinding 1, Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, justru teringat kiprah Tri Rismaharini saat memimpin Kota Pahlawan, Rabu (28/10/2026)

 

Kunjungi Tiga Sekolah Dasar di Hari Sumpah Pemuda, Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti Soroti Revitalisasi Sekolah, Nasib Guru PPPK, hingga Ancaman Ketertinggalan Literasi Siswa

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Gedung sekolah yang kokoh dan megah bisa menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan bukan perkara baru di Surabaya. Saat mengunjungi SDN Tanah Kali Kedinding 1, Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, justru teringat kiprah Tri Rismaharini saat memimpin Kota Pahlawan.

Kenangan itu muncul di tengah agenda Bu Reni Goes to School, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Reni menyambangi tiga sekolah dasar negeri, yakni SD Raden Paku di kawasan Klampis, SDN Tanah Kali Kedinding 1, dan SDN Bulak Banteng 1 Surabaya.

Bagi Reni, bangunan sekolah di Tanah Kali Kedinding 1 bukan sekadar fasilitas pendidikan. Gedung tersebut mengingatkannya pada perubahan infrastruktur sekolah yang berlangsung ketika ia masih menjadi anggota DPRD Surabaya, pada masa kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini.

Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, saat mengunjungi SDN Bulak Banteng 1, dalam agenda Bu Reni Goes To School, Rabu (28/10/2026)

“Ketika saya datang ke sekolah ini, bangunannya bagus. Saya mengenang ketika saya dulu di DPRD Surabaya, pada waktu itu wali kotanya Bu Risma,” ungkap Reni.

Risma dan Perubahan Wajah Sekolah Surabaya

Reni mengenang periode ketika pembangunan sekolah-sekolah di Surabaya mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, sejumlah sekolah yang sebelumnya memiliki bangunan sederhana kemudian bertransformasi menjadi gedung bertingkat dengan desain lebih modern.

Ia menilai perubahan tersebut menjadi salah satu catatan penting pembangunan pendidikan Surabaya pada era Risma, yang memimpin kota ini selama dua periode, 2010–2020.

“Di masa Bu Risma, pembangunan sekolah-sekolah mengalami semacam revolusi. Sekolah yang dulunya biasa menjadi sekolah yang kokoh, minimalis, dengan keterbatasan anggaran tetapi bisa sampai lantai tiga. Itu banyak, tidak hanya SD, tetapi juga SMP,” tuturnya.

Reni kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan pembicaraan mengenai pembangunan sekolah yang semakin baik di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Menurutnya, Surabaya telah memulai pembangunan gedung sekolah dengan desain modern sejak periode sebelumnya. Kini, dengan perkembangan zaman dan kapasitas anggaran daerah yang terus berubah, ia berharap peningkatan kualitas sarana pendidikan dapat berlanjut.

Namun, pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada kemegahan gedung. Reni mengingatkan bahwa masih diperlukan perhatian terhadap sekolah yang bangunannya belum layak, fasilitas yang menua, serta bangku dan sarana belajar yang sudah tidak memadai.

“Sekarang eranya sudah semakin maju, kemampuan APBD juga semakin besar. Kita tentu sangat mengapresiasi, dan akan lebih bagus lagi jika sekolah-sekolah terus diperbaiki, termasuk yang gedungnya tidak layak atau bangkunya tidak cocok digunakan,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sekolah semestinya diukur bukan hanya dari tampilan bangunan, melainkan juga dari kelayakan fasilitas, kenyamanan belajar, dan mutu pendidikan yang diterima siswa.

Kabar untuk Guru PPPK: Anggaran Rp23 Triliun Disiapkan pada 2027

Selain mengenang pembangunan sekolah, Reni juga menyoroti kepastian status dan kesejahteraan guru. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa perubahan kebijakan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dan DPR.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini