Rabu, 28 Oktober 2026

Pasca-Banjir, TP PKK dan Dinkes Nias Barat Salurkan PMT bagi 638 Ibu dan Anak

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:56 WIB
TP PKK dan Dinas Kesehatan Nias Barat menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita di wilayah terdampak banjir.(Selasa,27/10/2026)
TP PKK dan Dinas Kesehatan Nias Barat menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita di wilayah terdampak banjir.(Selasa,27/10/2026)

NAWACITAPOST.COM – Tim Penggerak (TP) PKK bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 41 ibu hamil dan 597 balita di sejumlah wilayah terdampak banjir. Penyaluran dilakukan serentak pada Selasa (27/10/2026) sebagai upaya menjaga pemenuhan gizi kelompok rentan pascabencana.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipusatkan di lima zona, yakni Bawadasi dan Tiga Serangkai di Kecamatan Lahomi, Orahili di Kecamatan Sirombu, Sisobambowo di Kecamatan Mandrehe, serta Lolohia di Kecamatan Mandrehe Barat.

Penyaluran PMT ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting serta menjaga kesehatan kelompok rentan setelah bencana banjir.

Kegiatan tersebut melibatkan Ketua TP PKK Kabupaten Nias Barat, Ny. Nur Awani Sozisokhi Hia, bersama jajaran pengurus TP PKK, Kepala Dinas Kesehatan Bdn. Yanasri Meni Gulo, S.Tr.Keb., M.K.M., Kepala Dinas PMD Elsianna Putri Indah Permatasari Zega, S.E., Kabid Kesehatan Masyarakat Eferman Halawa, SKM., MM, serta pemerintah kecamatan dan desa, kader PKK, kader Posyandu, dan petugas kesehatan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, B2SA Didorong Jadi Kebiasaan Keluarga di Nias Barat

Pendataan penerima manfaat dilakukan melalui koordinasi lintas sektor untuk memastikan bantuan menyasar masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi pemerintah daerah dan kader di tingkat desa diharapkan dapat mendukung pemulihan kesehatan ibu dan anak di wilayah terdampak banjir.

Meski demikian, pemenuhan gizi pascabencana tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama bagi ibu hamil dan balita yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat terbatasnya akses terhadap pangan dan layanan kesehatan. (Yogi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Giawa

Tags

Artikel Terkait

Terkini