Jumat, 16 Oktober 2026

Bupati Nias Barat Temui Wamen KP, Bidik Penguatan Kampung Nelayan dan Budidaya Perikanan

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:08 WIB
Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan Ashaf serta sejumlah pejabat terkait berfoto bersama usai pertemuan di Jakarta, Jumat (16/10/2026)
Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan Ashaf serta sejumlah pejabat terkait berfoto bersama usai pertemuan di Jakarta, Jumat (16/10/2026)

NAWACITAPOST.COM – Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., bertemu dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) RI, Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan potensi kelautan dan perikanan Nias Barat sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam pertemuan itu, Bupati Eliyunus didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, S.P., Kepala Bidang Perikanan Afifuddin, S.Pi., serta tokoh diaspora Nias Barat, Etika Hia. Sejumlah pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut hadir dalam pembahasan tersebut.

Agenda strategis yang dibahas meliputi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, kawasan budidaya tematik, pemberdayaan nelayan, penataan ruang laut, serta peningkatan daya saing produk perikanan.

Bupati Eliyunus menyampaikan bahwa Nias Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang perlu dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan. Dengan wilayah pesisir dan kekayaan sumber daya laut yang dimiliki, sektor ini dinilai berpeluang memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Bupati Nias Barat Tinjau Lokasi PLTD 10 MW, Perkuat Harapan Pasokan Listrik Andal

Pemerintah Kabupaten Nias Barat berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan sektor tersebut, mulai dari penguatan sarana dan prasarana, pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan, hingga peningkatan nilai tambah produk hasil laut.

Dalam pertemuan itu, Wamen KP Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Nias Barat harus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, lanjutnya, berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui sinergi program dan kegiatan untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang maju, produktif, dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan usaha perikanan, memperkuat produktivitas nelayan dan pembudidaya, serta meningkatkan daya saing hasil laut Nias Barat.

Sejumlah pejabat KKP yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sarminto Hadi, Direktur KSG yang mewakili Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut; Ady Chandra, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan yang mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap; Bambang Naryono, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan; Tinggal Hermawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya; serta Mahmud, Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga: Eksepsi Kandas, Perkara RSU Pratama Nias Masuk Babak Pembuktian

Sebagai tindak lanjut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Nias Barat diharapkan memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi kelompok nelayan dan pembudidaya, menentukan lokasi prioritas, serta menyiapkan usulan program sesuai kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah daerah dan KKP. Dengan dukungan program yang tepat dan tindak lanjut yang terukur, potensi kelautan dan perikanan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha, dan masyarakat Nias Barat secara luas. (Yogi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Giawa

Tags

Artikel Terkait

Terkini