Kamis, 8 Oktober 2026

Bupati Nias Barat Dorong Sinergi Pusat-Daerah, Penanganan Pascabencana Harus Berkelanjutan

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 23:34 WIB
Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., menerima kunjungan perwakilan Kemenko PMK di ruang kerja Bupati, Kamis (8/10/2026).
Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., menerima kunjungan perwakilan Kemenko PMK di ruang kerja Bupati, Kamis (8/10/2026).

NAWACITAPOST.COM – Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., mendorong penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan serta memastikan penanganan pascabencana berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Eliyunus saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di ruang kerja Bupati Nias Barat, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut membahas monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana sekaligus berbagai tantangan pembangunan di daerah itu.

Bupati mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan dampak bencana di Nias Barat. Namun, ia menekankan bahwa kebutuhan pembangunan daerah juga mencakup persoalan kemiskinan, infrastruktur, serta pemerataan pelayanan publik.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah dalam pertemuan tersebut, angka kemiskinan Nias Barat berada di kisaran 22,47 persen. Sementara itu, lebih dari 53 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah ditopang sektor pertanian dan kelautan.

Baca Juga: Dari Kelapa hingga Spot Surfing, Pulau Bawa Nias Barat Diproyeksikan Jadi Kawasan Kreatif

Menurut Eliyunus, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan jalan, jembatan, penyediaan air bersih, dan akses listrik yang stabil untuk mendukung produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta agar kondisi dan tantangan Nias Barat dilihat secara utuh, sehingga dukungan pembangunan yang diberikan benar-benar sebanding dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

695 KK Terdampak Banjir, Pemkab Dorong Penanganan Permanen

Dalam pertemuan itu, Bupati juga memaparkan dampak banjir yang terjadi pada September 2026. Sebanyak 695 kepala keluarga (KK) di 13 desa yang tersebar di empat kecamatan dilaporkan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Nias Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendorong penanganan sungai serta pengendalian banjir secara permanen.

“Kita tidak ingin hanya datang setelah banjir terjadi. Kita harus mencari solusi dari hulunya dan melakukan penanganan secara permanen,” ujar Eliyunus.

Baca Juga: Ikuti Jaksa Sahabat Pendidik, Bupati Nias Barat Tekankan Pentingnya Lingkungan Pendidikan Taat Hukum

Selain penanganan banjir, pemerintah daerah juga menyampaikan perkembangan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 59 unit rumah telah masuk dalam proses penyaluran bantuan, sementara sejumlah kendala administratif dan teknis masih diselesaikan.

Kemenko PMK Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Yohanes Giawa

Tags

Artikel Terkait

Terkini