NAWACITAPOST.COM — Pasar kendaraan listrik global kembali diguncang oleh langkah agresif pabrikan otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD.
Mengusung transformasi radikal dari segi dimensi, performa, hingga integrasi teknologi mutakhir, generasi kedua dari BYD Seagull—yang dikenal luas di pasar Indonesia sebagai BYD Atto 1—secara resmi mulai membuka keran pemesanan awal (pre-booking) di negara asalnya, China.
Langkah strategis ini menandai evolusi signifikan bagi jajaran mobil listrik perkotaan. Tidak sekadar penyegaran minor, generasi anyar ini tampil lebih bongsor, makin bertenaga, serta dibekali deretan fitur canggih yang siap mendobrak standar segmen hatchback berbasis baterai.
Reservasi Dimulai, Harga Resmi Masih Ditinggu
Berdasarkan laporan CarNewsChina yang dirilis pada 9 Oktober 2026, para calon konsumen di Tiongkok kini sudah dapat mengamankan antrean pemesanan melalui aplikasi resmi BYD.
Untuk melakukan reservasi awal, pabrikan menetapkan uang tanda jadi sebesar 2.000 yuan atau berkisar Rp5 jutaan. Walaupun pemesanan telah dibuka, BYD masih menyimpan rapat informasi mengenai banderol harga resmi untuk generasi terbaru ini.
“Uang tanda jadi itu digunakan untuk menunjukkan minat konsumen dan bukan merupakan kontrak pembelian final. Konsumen juga masih dapat mengubah konfigurasi kendaraan setelah peluncuran resmi, sementara uang tanda jadi bisa dikembalikan sebelum pesanan dikunci,” tulis laporan CarNewsChina yang diakses Selasa (13/10/2026).
Postur Lebih Bongsor, Optimalisasi Kabin dan Bagasi
Perubahan paling mencolok pada BYD Atto 1 generasi kedua terletak pada proporsi fisiknya yang membengkak signifikan. Mobil listrik ini kini memiliki dimensi panjang mencapai 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 2.650 mm.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya, panjang bodi kendaraan bertambah hingga 425 mm. Pembengkakan dimensi yang terukur ini secara langsung mengubah estetika kendaraan menjadi lebih kokoh sekaligus memberikan kelapangan kabin ekstra demi menunjang kenyamanan mobilitas harian penggunanya.
Meski hadir dengan dimensi yang lebih besar, mobil ini tetap mempertahankan konfigurasi lima penumpang. Fleksibilitas ruang juga menjadi keunggulan utama; kapasitas bagasi belakang mampu membengkak hingga 1.380 liter saat kursi baris kedua dilipat.
Menariknya, BYD juga memanfaatkan efisiensi tata ruang dengan menyediakan kompartemen penyimpanan tambahan di bagian depan (frunk) berkapasitas 94 liter.
Performa Garang RWD dan Pengisian Daya Super Cepat
Menengok ke balik dapur pacunya, sektor penggerak BYD Atto 1 generasi kedua mengalami perombakan total. Kendaraan ini kini dipersenjatai motor listrik berdaya 95 kW atau setara 127 hp.
Berbeda fundamental dari model sebelumnya yang mengandalkan penggerak roda depan, generasi terbaru ini mengadopsi sistem penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD) yang menyajikan dinamika berkendara lebih responsif dan mantap.
Sebagai penyokong daya, BYD menyediakan dua opsi baterai lithium-ion berkapasitas 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC), jarak tempuh yang ditawarkan berada di rentang 320 km hingga 420 km tergantung varian.
Sementara itu, jika dikonversi ke dalam standar World Harmonized Light Vehicles Test Procedure (WLTP), perkiraan jarak tempuhnya berada pada kisaran 262 km hingga 344 km. Perbedaan angka tersebut wajar terjadi mengingat perbedaan metodologi pengujian yang diterapkan.
Sektor pengisian daya pun tak luput dari gebrakan. Baterai kendaraan ini diperkirakan mendukung teknologi fast charging ultra-cepat yang sanggup mengisi daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam kurun waktu sekitar sembilan menit.
Baca Juga: Lompatan Futuristik Wuyang Honda: Skutik Bongsor NWZ150 Berteknologi Mild Hybrid Resmi Menghentak
Kecepatan pengisian ini memangkas waktu henti secara drastis, meski kepastian klaim tersebut tetap bergantung pada spesifikasi final di masing-masing varian.
Opsi Sensor LiDAR dan Estimasi Harga
Torehan teknologi pada BYD Atto 1 generasi kedua kian lengkap dengan tersedianya opsi sensor LiDAR yang terpasang anggun pada bagian atap kendaraan.
Perangkat tingkat tinggi ini terintegrasi langsung dengan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut DiPilot 300—atau yang populer dengan sebutan God's Eye B di pasar China—guna menghadirkan kemampuan otonom dan keselamatan berkendara yang jauh lebih presisi.
Mengenai estimasi harga, BYD Seagull generasi kedua diproyeksikan bakal dipasarkan di bawah kisaran 100.000 yuan, atau setara Rp230 juta hingga Rp260 juta tergantung fluktuasi nilai tukar mata uang.
Sebagai komparasi, Seagull generasi pertama dijual di China pada rentang harga 69.900 yuan hingga 85.900 yuan. Peningkatan pada ukuran bodi, lonjakan tenaga motor, serta masuknya fitur-fitur canggih menjadi faktor utama yang memengaruhi penyesuaian harga tersebut.
Hingga saat ini, proses keran pemesanan awal baru dibuka secara eksklusif untuk pasar domestik China. Pihak pabrikan belum merilis pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran global maupun kepastian spesifikasi dan harga BYD Atto 1 generasi kedua untuk pasar otomotif Indonesia.
Artikel Terkait
Pilah Polemik Ijazah Gibran, Rocky Gerung Tegaskan Hanya Penasihat Presiden
Di Bawah Cengkeraman Asap Karhutla, Warga Palangka Raya Jeritkan Asa dan Kekecewaan
Gempar Penemuan Mayat Terborgol di Kendal, BGN Tegaskan Bukan Gedung SPPG
Dikepung Kabut Asap Karhutla Indonesia dan Hujan Deras, F1 GP Singapura 2026 Tetap Membara
Markas Judi Online Menyusup ke KPAD Cijantung: Letkol Arman Diperiksa, KSAD Berjanji Tindak Tegas