NAWACITAPOST.COM — Sebuah unggahan memilu dan penuh amarah mendadak viral di jagat media sosial. Nidia Aurelia, seorang warga, membagikan kisah tragis terkait dugaan buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebelum sang ayah akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kisah kelam ini bermula saat kondisi kesehatan ayah Nidia menurun drastis hingga keluarga memutuskan untuk melarikannya ke IGD RSUD Merah Putih. Namun, alih-alih mendapatkan penanganan medis secara cepat dan layak, pasien justru harus tertahan di luar ruangan.
"Kondisi bapak sudah drop, keluarga memutuskan membawa bapak ke IGD," tulis Nidia melalui akun Instagram pribadinya, @nidiaarl_.
Ironisnya, proses pemeriksaan tidak langsung dilakukan di dalam kamar perawatan. "Saat masuk ke IGD, bapak terpaksa diperiksa di luar ruangan dengan alasan kamar penuh," ungkap Nidia.
Ketidakpastian dan Penolakan Rawat Inap
Tak berhenti di situ, penderitaan keluarga bertambah ketika hasil pemeriksaan tak kunjung membeberkan kondisi pasti sang ayah. Dokter yang bertugas saat itu bahkan beralasan bahwa hasil tes darah tidak dapat dibaca.
"Nunggu sekitar 1,5 jam di kursi roda, ternyata bapak sama sekali tidak mendapatkan hasil terkait kondisi sakitnya," sambungnya.
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, pihak keluarga berulang kali memohon agar pasien bisa menjalani rawat inap. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh dokter yang menilai gejala pasien belum memenuhi kriteria untuk dirawat.
"Bapak disuruh pulang, (dibilang) tidak perlu rawat inap," beber Nidia.
"Tapi keluarga masih meyakinkan dokter untuk bapak dirawat karena di rumah kondisinya sudah parah," ungkapnya.
Rasa sakit hati keluarga kian membekas ketika dokter justru menyarankan agar sang ayah dirujuk ke faskes tingkat pertama jika tak kunjung membaik.
"Hal yang menyakitkan, dokter bertugas bilang kalau 3 hari bapak tidak ada perubahan, dibawa ke puskesmas," ujar Nidia penuh kecewa. "Kenapa puskesmas? padahal bapak kondisinya sudah drop parah," sambungnya.
Berakhir Duka di Rumah Sakit Lain
Merasa diabaikan, keluarga akhirnya memutuskan memindahkan sang ayah ke RS Aisyiyah Muntilan. Di rumah sakit ini, penanganan terbilang kontras; pasien langsung menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, mulai dari tes darah, rontgen, hingga keputusan tindakan rawat inap.
Namun, takdir berkata lain. Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif, sang ayah akhirnya berpulang ke Rahmatullah. Meski mengikhlaskan kepergian sang ayah, Nidia menegaskan bahwa luka atas kelalaian pelayanan medis tidak akan mudah sirna.
"Takdir memang tidak bisa diubah, tetapi usaha, kepedulian, dan tanggung jawab jangan sampai dikurangi," terangnya.
Ia pun melayangkan pesan menohok bagi seluruh tenaga medis. "Jangan jadikan takdir sebagai alasan untuk menyepelekan setiap nyawa yang datang meminta pertolongan," tutupnya.
Permohonan Maaf dan Komitmen Evaluasi RSUD
Menanggapi gelombang kritik publik yang kian deras, pihak manajemen rumah sakit akhirnya membuka suara. Direktur Utama (Dirut) RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Dr. Leli Puspitowati, M.M., menyatakan bahwa pihaknya menerima insiden ini sebagai bahan evaluasi mendalam.
"Untuk evaluasi bagi internal kami, seluruh unit pelayanan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan," kata Leli dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026). "Sehingga ke depan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," sambungnya.
Leli menegaskan, perbaikan layanan medis akan terus dilakukan demi menjaga kepercayaan warga.
"Evaluasi dan perbaikan yang terus menerus dan berkelanjutan untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan menjadi komitmen utama seluruh hospitalia RS Merah Putih," sebut Leli. "Mohon maaf apabila masih ada beberapa kekurangan dari pelayanan kami," tandasnya.(***)
Artikel Terkait
Gebrakan Lelang Serentak Kejaksaan RI: Rampasan Hukum Jadi Pemburu Keadilan Finansial Negara
Sinyal Bebas Banjir Kayuringin: Terobosan Berani DBMSDA Kota Bekasi Tuntaskan Proyek Vital
Ukir Sejarah Perdamaian Adonara, Lowonara dan Belle Berdamai Lewat Ritual Adat
Viral! Mobil Mewah Bupati Lampung Selatan Terjebak di Jalan Rusak
Jeritan Korban Banjir dan Aksi Damai Mahasiswa dengan Elemen Masyarakat Menagih Keadilan