NAWACITAPOST.COM— Sebuah insiden dramatis tengah menyita perhatian publik di media sosial. Momen ketika "Mobil Mewah Bupati Lampung Selatan Terjebak di Jalan Rusak" menjadi viral usai diunggah ulang oleh akun Instagram @undercover.id pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kendaraan dinas pelat merah yang ditumpangi Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Radityo Egi Pratama, tampak terseok-seok mengarungi jalan berbatu dan berlubang parah saat melintasi wilayah Desa Helau, Desa Baru Ranji, hingga Merbau Mataram.
Di tengah pengawalan ketat para petugas, momen tersebut dimanfaatkan warga lokal untuk meluapkan amarah dan jeritan hati mereka yang sekian lama memendam kekecewaan. Seorang perempuan yang merekam kejadian tersebut langsung menyemprot sang bupati dengan nada penuh sindiran mendalam.
"Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu 2007, Pak," ujar perempuan tersebut tegas.
Tak berhenti di situ, ia juga menyindir rasa cemas yang kini ikut dirasakan langsung oleh orang nomor satu di Lampung Selatan tersebut.
"Bapak saja ngeri, Kan? Hati-hati mobil bagus, Pak," lanjutnya.
Bupati Murka dan Semprot Bawahannya
Menanggapi insiden yang membuat gempar jagat maya tersebut, Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan mengaku sangat terkejut begitu menyaksikan kondisi lapangan yang dinilainya amat memprihatinkan. Ia mengklaim tidak pernah menerima laporan rinci mengenai kerusakan ekstrem di kawasan tersebut dari jajarannya.
"Kalau memang belum ada sentuhan di sini, pikiran saya enggak separah ini. Saya enggak tahu, betul," kata Radityo dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Rasa terkejut itu lantas berubah menjadi kekesalan emosional terhadap kinerja aparatur di tingkat bawah. "Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan, makanya saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya," imbuhnya penuh penyesalan.
Radityo menuntut agar para pejabat bawahannya tidak sekadar memberikan laporan di atas kertas, tetapi juga menyertakan bukti visual yang nyata.
"Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh. Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah," sambung Radityo.
Dilema Anggaran dan Analogi Uang Dapur
Di sisi lain, Radityo bergeming membela diri terkait keterbatasan kapasitas keuangan daerah dalam membenahi seluruh infrastruktur di wilayahnya secara serentak.
"Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas. Jadi harus pintar-pintar saya membagi jatah," terang Bupati Lampung Selatan ini.
Guna memperjelas tekanan finansial yang dihadapi pemerintah daerah, ia menganalogikan pengelolaan anggaran pembangunan tersebut layaknya dapur rumah tangga.
"Kayak di dapur rumah Bapak-Ibu. Kebutuhannya banyak, uang dapurnya terbatas. Kan harus pintar-pintar membagi," kata Radityo.
Meski diterpa gelombang kritik keras dari publik dan masyarakat setempat, Radityo menegaskan bahwa ruas jalan hancur yang dilintasinya itu telah dimasukkan ke dalam skema perencanaan perbaikan, serta berjanji akan memetakan titik-titik jalan lain yang kondisinya paling mendesak untuk segera ditangani.(AMRULLOH)
Artikel Terkait
Maruli Pasang Target Besar: 2.500 Jembatan Harus Rampung Sebelum 17 Agustus, TNI AD Diminta Turun ke Desa
Gugur Saat Padamkan Kebakaran, Wasiat Andriyono 15 Tahun Lalu Kini Jadi Kenyataan: 'Saya Ingin Meninggal di Lokasi Kejadian'
Gebrakan Nyata Kejaksaan Tinggi Kalbar Kawal Generasi Muda Menuju Dunia Kerja
Nenek 61 Tahun Dirampok Tetangga Sendiri Saat Hendak Salat Zuhur, Mulut hingga Tangan Dilakban, Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara
Mahasiswi Pascasarjana UNG Tewas Terseret Ombak di Pantai Pulau Bogisa, Sempat Diselamatkan Wisatawan Asal Jerman