Rabu, 5 Agustus 2026

Siswa SMP di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Perundungan, Polisi Lakukan Autopsi dan Periksa Sejumlah Saksi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Menyoroti kasus perundungan yang menimpa seorang siswa SMP di Pemalang, Jawa Tengah hingga berujung kematian.
Menyoroti kasus perundungan yang menimpa seorang siswa SMP di Pemalang, Jawa Tengah hingga berujung kematian.

NAWACITAPOST.COM – Dugaan kasus perundungan yang menimpa seorang siswa SMP berinisial AAF (13) di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. Korban yang merupakan pelajar salah satu SMP negeri di wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami tindak kekerasan yang melibatkan sejumlah rekan sebayanya.

Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat dan mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab pasti kematian korban secara menyeluruh.

Hingga saat ini, Polres Pemalang masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi.

Baca Juga: Berburu Apartemen Lewat Jalur Lari: Metland Run For Fun Series 2026 Tantang Ribuan Pelari Taklukkan 6 Kota!

Polisi Lakukan Autopsi untuk Ungkap Penyebab Kematian

Dalam proses penyelidikan, penyidik telah melakukan autopsi terhadap jenazah AAF yang merupakan warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal.

Autopsi dilakukan bersama tim Dokter Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polda Jawa Tengah guna memastikan penyebab kematian korban sekaligus mencari ada atau tidaknya dugaan tindak pidana.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan.

"Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada," ujar Wildan dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Teman Korban hingga Dokter Ikut Diperiksa

Selain autopsi, penyidik juga telah memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

Baca Juga: Misteri Pelat Merah Siluman di Bekasi: Aset Pemkab Diduga Bocor, Pejabat BPKD Malah Angkat Tangan!

Mereka di antaranya adalah teman-teman korban, dokter yang menangani korban selama menjalani perawatan di rumah sakit, hingga orang tua korban.

"Kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban, dokter yang menangani, dan dari orang tua korban," ungkap Wildan.

Pemeriksaan dilakukan untuk menyusun kronologi secara utuh serta mengungkap apakah benar terdapat dugaan perundungan yang menjadi penyebab meninggalnya korban.

Penyelidikan Bermula dari Laporan ke Polsek

Kasus ini mulai ditangani aparat setelah Polsek Randudongkal menerima laporan mengenai meninggalnya korban pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini