NAWACITAPOST.COM — Di tengah maraknya perlakuan tidak adil yang dialami oleh para pekerja, kesadaran untuk berserikat kini menjadi kebutuhan krusial.
Tokoh gerakan buruh, Gusman Ndruru, secara tegas menyuarakan pentingnya keberadaan wadah perjuangan bagi para pekerja untuk melawan tekanan oknum pimpinan serta menuntut hak-hak yang selama ini terabaikan.
Langkah berani Ketua PUK SPPK FSPMI di salah satu perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh ini diambil berdasarkan pengalaman pahit yang pernah dirasakannya langsung saat berjuang tanpa perlindungan organisasi.
Pengalaman menghadapi tindakan intimidasi dari oknum pimpinan menjadi pemicu utama tekadnya untuk bangkit dan menggalang kekuatan bersama para pekerja lainnya.
"Alasan kita berserikat adalah untuk perlindungan diri dari oknum-oknum pimpinan Nakal, sekaligus belajar mengetahui yang mana Kebawajiban yang mana Hak," ujar Gusman Ndruru saat menjelaskan alasan mendasar pentingnya buruh bersatu dalam sebuah serikat, Senin (21/9/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai alasannya memilih bergabung dan berjuang melalui pergerakan ini, Gusman menegaskan keunggulan serta rekam jejak organisasi yang dinilainya konsisten berada di garis depan.
"Sebab sejauh ini masih Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) indonesia yang benar-benar memperjuangkan dan mengetahui penderitaan sesama buruh di perusahaan," tegasnya.
Perjuangan Gusman Ndruru dan FSPMI tidak hanya sebatas retorika.
Ia mengkritik keras fenomena banyaknya pihak yang mengaku membela buruh namun enggan mengambil tindakan nyata di lapangan.
"Karna sudah begitu lama kita melihat tidak ada satu pun yg benar-benar berjuang, banyak yg hanya berani bicara ke sesama kita ada yang hanya banyak cakap dibelakang, dimedia sosial tapi GK pernah terlihat di depan umum," ungkapnya.
Melalui komitmen ini, Gusman Ndruru dan FSPMI mengajak seluruh pekerja yang belum tergabung untuk bersatu dan memperkuat barisan.
Menurutnya, solidaritas dan kekompakan di bawah naungan FSPMI adalah kunci utama untuk membendung intimidasi serta memastikan hak-hak buruh terpenuhi secara adil.
Artikel Terkait
Beringas Tudingan Korupsi Rp500 T, Arisman Zagoto Pasang Badan Buat Suahasil Nazara
Solidaritas Tanpa Batas: PWI Majalengka Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang
Peringatan 36 Tahun HUMANIKA: Perjuangan Demokrasi dan Keadilan Prabowo Dapat Dukungan Aktivis
BGN Layangkan Teguran ke Pegawai SPPG Bantul Imbas Olok-Olok Korban Keracunan MBG
Menuai Kritik Soal Video Viral, Moreno Soeprapto Klarifikasi dan Minta Maaf